RADARSOLO.COM - Peristiwa kebakaran melanda sebuah tempat usaha mebel kayu dan kerajinan akar bambu di Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Klaten pada Sabtu (2/8/2025) malam.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.com, peristiwa kebakaran itu terjadi sekira Pukul 19.30 WIB.
Hanya saja pada tempat usaha tersebut tidak ada aktivitas produksi sama sekali karena karyawan sedang libur.
“Tahu-tahu api sudah membesar. Pertama kali orang yang mengetahui ya warga yang melintas. Hanya saja tempat usaha dalam kondisi kosong,” ujar warga Jambukulon, Maryoto, Sabtu (3/8/2025).
Lebih lanjut, Maryoto menjelaskan, bahwa tempat usaha itu milik Triyono.
Tempat usaha yang memproduksi kerajinan bebek-bebekan itu sudah lama berdiri dengan sekira enam karyawan.
Akibat kebakaran itu, petugas Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten mengerahkan tiga unit mobil damkar guna memadamkan api. Didukung satu mobil tangka BPBD untuk melakukan suplai air.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino mengungkapkan sebanyak 10 personel diterjunkan untuk memadamkan api di tempat usaha tersebut.
Dalam pemadaman melibatkan BPBD, TNI, Polri, relawan dan warga setempat.
“Sudah ada upaya pemadaman awal oleh warga sekira 20 menit sambil menunggu petugas damkar datang. Termasuk penyelamatan barang-barang yang belum terbakar,” ujar Sumino.
Lebih lanjut, Sumino menjelaskan, upaya pemadaman terhadap tempat usaha yang terbakar itu membutuhkan waktu selama 1,5 jam hingga Pukul 20.50.
Diakuinya, karena bahan baku pada tempat usaha mudah terbakar sehingga dibutuhkan waktu untuk pemadaman.
Untuk tempat usaha yang terbakar memiliki luasan sekira 350 meter persegi. Dari total luasan tersebut, sekira 70 persen area terbakar.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ceper Ipda Arie Pambudi menjelaskan saat kejadian untuk kondisi tempat usaha mebel dan kerajinan akar bambu itu dalam keadaan kosong.
Tidak ada karyawan yang bekerja dan listrik dalam kondisi padam.
“Warga yang ada sekitar lokasi telah melihat api sudah menyala di lokasi gudang dan tempat produksi pada Pukul 19.30. Api sudah membesar pada bagian belakang dan membakar bagian atap serta mebel,” jelas Arie.
Lebih lanjut, Arie memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian kebakaran tersebut.
Hanya saja Si Jago Merah melalap pada bagian atap di area belakang, mebel dan barang kerajian.
Dugaan sementara, pemicu kebakaran itu berasal dari punting rokok yang masih menyala. Kemudian mengenai serbuk kayu pada tempat usaha tersebut.
Ditambah embusan angin menjadikan api cepat membesar.
“Dari konfirmasi ke pemilik usaha, kerugian ditaksir Rp 70 juta,” ujar Arie.(ren)
Editor : Nur Pramudito