Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Cetak Regenerasi Dalang di Klaten, 12 Peserta Ikuti Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45

Angga Purenda • Minggu, 3 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.
Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.

RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Festival Dalang Anak pada Sabtu (2/8/2025).

Diikuti 12 pelajar yang berlangsung di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.

Festival Dalang Anak itu digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-221 Klaten HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Bekerja sama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Klaten.

Diharapkan mendorong anak muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Jawa tersebut.

Sekaligus regenerasi dalang yang ada di Kota Bersinar.

Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.
Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.

"Festival dalang anak ini merupakan event tahunan yang kita gelar. Kali ini ada 12 peserta yang ikut serta," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Klaten Purwanto, Sabtu (2/8/2025)

"Tujuan kami adalah mencetak dalang-dalang muda yang nanti menjadi generasi penerus dari dalang-dalang di Klaten,"sambung Purwanto.

Lebih lanjut, Purwanto menyebut jika Klaten adalah Kota Dalang.

Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.
Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.

Terdapat sejumlah maestro dalang kelahiran Klaten. Seperti Ki Narto Sabdo hingga Ki Anom Suroto sehingga diharapkan para dalang cilik itu bisa meneruskan jejak pedalangan di Klaten.

Purwanto mengungkapkan, keikutsertaan dalam Festival Dalang Anak terus mengalami peningkatan.

Mereka yang ikut serta kali ini berusia 12-15 tahun yang terdiri dari 10 laki-laki dan dua perempuan.

"Setiap dalang diberikan kesempatan untuk tampil selama 30 menit. Untuk lakon yang dimainkan bebas. Sedang untuk jurinya dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Pepadi Klaten dengan kriteria penilaian sabetan wayang hingga cara menyampaikannya," ujar Purwanto.

Purwanto mengharapkan, melalui Festival Dalang Anak itu menjadikan generasi muda di Klaten dapat melestarikan seni pedalangan.

Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.
Salah satu peserta yang tampil dalam Festival Dalang Anak di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten.

Tentunya dengan berbagai dukungan dari pemkab yang maksimal.

"Apalagi setiap Selasa Kliwon menggelar pementasan wayang kulit di RSPD Klaten. Kemudian di beberapa lokasi juga rutin dilaksanakan. Jadi mereka (dalang anak) bisa tampil di sana," ujar Purwanto.

Sementara itu, salah satu peserta Festival Dalang Anak, Andreas Putra Nugraha, 14, dari Soran, Desa Duwet, Kecamatan Ngawen.

Ia mengaku, sudah mempersiapkan diri mengikuti festival tersebut dengan berlatih selama 20 hari.

"Untuk festival ini saya membawakan lakon Abiyoso Boyong. Sempat grogi saat tampil," ujar siswa kelas VIII SMPN 1 Kebonarum ini.

Lebih lanjut, Andreas mengaku, menyukai dunia wayang dan tertarik menjadi dalang saat usia 5 tahun.

Terlebih lagi sering kali diajak oleh kakek dan ayahnya untuk menyaksikan pagelaran wayang. Termasuk darah dalang mengalir begitu deras dari keluarga besarnya.

Dirinya pun bertekad untuk melestarikan wayang dengan menjadi dalang.

Terlebih lagi selama ini juga rutin berlatih atas bimbingan ayahnya.

Dalam seminggu bisa berlatih satu hingga empat kali.

"Pernah pentas juga di Delanggu, Bayat dan di rumah sendiri. Tapi hanya tampil untuk mengawali saja dengan durasi sekira satu jam," ujar Andreas yang mengidolakan tokoh wayang Werkudara dan Gatotkaca ini.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#klaten #Monumen Juang 45 Klaten #pendapa #dalang #Festival dalang anak