RADARSOLO.COM - Ratusan siswa SMA Negeri 1 Jatinom, Klaten membuat kue apem di halaman sekolah setempat pada Kamis (7/8/2025).
Total ada sekira 560 siswa yang terbagi dalam 96 kelompok dari kelas X dan XI.
Pembuatan kue apem itu bagian dari kegiatan kokurikuler.
Sekaligus untuk memeriahkan tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu Jatinom yang akan dilaksanakan pada Jumat (8/8/2025) besok.
Kue apem yang dihasilkan para siswa SMAN 1 Jatinom itu sebanyak 3.000 biji.
Hasilnya akan disedekahkan kepada Pengelola Pelestari Peninggalan Kyahi Ageng Gribig (P3KAG).
Hasil kue apem itu juga akan disebarkan dalam tradisi sebaran apem di Lapangan Klampeyan, Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom, Klaten pada Jumat (8/8/2025).
"Untuk di sekolah sendiri ada proyek kokurikuler terkait kearifan lokal. Maka itu kegiatan ini dalam rangka keterlibatan siswa untuk melestarikan Yaa Qowiyyu yang ada di Jatinom," ujar Kepala SMAN 1 Jatinom Eny Sulistiyawati, Kamis (7/8/2025).
Lebih lanjut, Eny menjelaskan, setiap kelompok membuat sebanyak 50 kue apem.
Dalam kegiatan itu bekerja sama dengan P3KAG dan sudah berlangsung selama empat tahun.
Eny mengharapkan, melalui kegiatan tersebut para siswa bisa melestarikan budaya Yaa Qowiyyu Jatinom tersebut.
Terutama terkait tradisi sebaran apem dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
"Supaya istilahnya tidak ketinggalan walaupun pintar IT dan secara akademis pintae tapi tidak melu0akan budaya di Yaa Qowiyyu. Apalagi SMAN 1 Jatinom berada di Kota Yaa Qowiyyu (Jatinom)," ujar Eny.
Sebelum pembuatan kue apem, para siswa SMAN 1 Jatinom sudah dibekali pengetahuan dan pemahaman terkait tradisi sebaran kue apem. Narasumber yang dihadirkan dari P3KAG.
Sementara itu, salah satu siswa SMAN 1 Jatinom, Vesa Putri Arindya, 15, mengungkapkan pembuatan kue apem untuk disedekahkan dalam tradisi sebaran apem Yaa Qowiyyu yang akan dilaksanakan pada Jumat (8/8/2025).
"Untuk adonannya sudah dibuat dari rumah, jadi di sekolah tinggal dimasak. Adonannya diantaranya dari gula jawa dan tepung terigu. Lalu toppingnya kami tambahkan dengan coklat batangan," ujar Arin yang merupakan siswa kelas X ini.
Pilihan kelompoknya untuk menambahkan topping coklat di atas kue apem untuk menambah variasi.
Mengingat kue apem bercita rasa gurih itu sering kali dalam varian original dan nangka.
"Tapi kali ini kami pilih tambahi coklat sehingga ada cita rasa manisnya juga," tambah Arin asal Gedaren, Kecamatan Jatinom.
Arin pun bangga bisa ikut serta dalam pembuatan kue apem tersebut. Terlebih lagi dirinya juga sering membantu ibunya membuat makanan tradisional khas Jatinom tersebut.
"Senang bisa buat kue apem, seru juga. Apalagi kalau ada event-event sering buat kue apem," ujar Arin.(ren/adi)
Editor : Adi Pras