Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Baru 106 Sekolah di Klaten Merasakan Program MBG, Pemkab Bentuk Tim Percepatan

Angga Purenda • Jumat, 8 Agustus 2025 | 02:55 WIB
Siswa SDN Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten menyantap menu program makan bergizi gratis. (Angga Purenda/Radar Solo)
Siswa SDN Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten menyantap menu program makan bergizi gratis. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus mendorong percepatan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh kecamatan. Pemkab juga membentuk tim percepatan untuk pelaksanaan MBG.

Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto menjelaskan, persentase pelaksanaan MBG di Kabupaten Klaten masih kecil.

Saat ini, baru 106 sekolah dari jenjang pendidikan Kelompok Bermain (KB) hingga SMA yang terfasilitasi. Sekolah tersebut tersebar di Kecamatan Wonosari, Juwiring, dan Ceper.

”Untuk pelaksanaan MBG di Klaten dicek secara keseluruhan sudah berhasil dan bagus. Semoga nanti bertahap ke sekolah-sekolah yang lain bisa menerapkan MBG. Dapat terdistribusi dengan baik,” ujar Benny saat ditemui di SMPN 3 Klaten pada Selasa (5/8/2025).

Benny menargetkan, pada tahun ini, setidaknya pelaksanaan MBG sudah merata di 26 kecamatan. Untuk itu sudah dibentuk tim percepatan.

”Kita akan kerja terus, karena ini sudah dibentuk satgas terkait MBG. Dari arahan provinsi dan kita sudah membawanya untuk diterapkan nanti di Klaten,” imbuh Benny.

Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Klaten Yoga Angga Pratama menjelaskan sampai saat ini baru ada tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Ketiga SPPG itu berada di Kecamatan Wonosari dan Ceper.

”Untuk ketiga SPPG ini sudah melayani 11.022 dari KB hingga SMA. Untuk MBG sudah berjalan di Klaten sejak Mei 2025,” ujar Yoga.

Yoga menambahkan, pada akhir Agustus nanti, BGN sedang memproses secara administrasi terhadap enam SPPG di Klaten. Harapannya bisa memperluas cakupan penerima manfaat dari program MBG tersebut.

Waktu pelaksanaan MBG disesuaikan dengan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di masing-masing sekolah.

Menu yang diberikan bervariasi mulai dari nasi, opor ayam, oseng-oseng labu siam, susu kotak dan buah jeruk seperti di SD Negeri Mlese, Kecamatan Ceper.

Baca Juga: Kejari Karanganyar Sita Uang Rp 105 Juta dari Sekretaris Dispermades terkait Kasus Dugaan Korupsi Masjid Agung Madaniyah

”Untuk kedepan, kami juga akan melayani ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang ada di desa-desa. Itu nantu menunya diseusiakan dengan sasaran kita. Tetap ada pendampingan ahli gizi dari masing-masing SPPG,” ujar Yoga.

Salah seorang penerima manfaat MBG, Muhammad Syahbani, 8, dari SDN Mlese mengaku senang dengan adanya program tersebut. Sekalipun di rumah sudah sarapan, tetapi dirinya tetap menyantap menu MBG.

”Menunya setiap hari berbeda-beda. Ada ayam, sayur, ikan dan buah. Sudah satu bulan ini berjalan,” ujar Bani yang merupakan siswa Kelas III.

Bani mengaku, meski sudah ada MBG, tetapi dirinya masih tetap menerima uang jajan dari orangtuanya.

Setiap harinya mendapatkan uang jajan Rp 5.000. Sebagian ditabung dan diduganakan untuk jajan di kantin sekolah. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#klaten #Mbg #Makan Bergizi Gratis #Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto