RADARSOLO.COM – Sebuah bendera merah putih sepanjang 800 meter terbentang di jalan poros Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Klaten.
Bendera tersebut menghiasi wajah desa jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bendera merah putih itu berada di sisi kanan-kiri jalan sepanjang 400 meter yang diikat pada 180 batang sebanyak 180 batang bambu yang memiliki tinggi 2,5 meter. Ada pun lebar dari bendera tersebut sekira 60 cm.
Terpasang dari depan Balai Desa Tarubasan hingga simpang tiga ujung Jalan Kolekan dengan sisi kanan-kirinya juga terdapat lahan pertanian.
Pada ujung jalan itu juga terpasang bendera merah putih berukuran jumbo dan kecil. Sedangkan pada ujung jalan pada balai desa tampak tertulis mural HUT 80 RI dan kata Merdeka.
Lokasi terbentangnya bendera sepanjang 800 meter itu berada di dekat ruas Jalan Tol Solo-Jogja.
Hal itu menjadi pemandangan tersendiri bagi pengguna jalan bebas hambatan menyaksikan bendera Indonesia yang tampak berkibar dengan gagah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarsolo.com, pemasangan bendera merah putih itu diinisiasi oleh Kepala Desa Tarubasan Saiful Anwar.
Dia mengungkapkan pembentangan bendera baru pertama kali dilakukan untuk membuat suasana desa semakin semarak.
”Alhamdulillah dengan ide-ide seperti ini dari hati lubuk yang paling dalam atas perjuangan para pahlawan yang sudah memerdekaan Indonesia ini. Dengan jiwa mudah saya, jiwa hati nurani saya, saya mengibarkan dengan bendera sepanjang 800 meter di poros desa,” ujar Kades Tarubasan Saiful Anwar, Senin (11/8/2025).
Lebih lanjut, Saiful mengungkapkan, pihaknya tidak hanya sekadar memasang bendera sepanjang 800 meter.
Tetapi beberapa titik berupa bendera merah putih di tengah sawah dengan ukuran lebih jumbo.
Hal itu semakin menegaskan menghormati juang para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia raya.
”Alhamdulillah direspons positif oleh masyarakat. Pada kaget, kok gebrakan pak kades seperti ini. Padahal sebelumnya belum ada hal-hal kayak gini,” ujar Saiful yang baru satu tahun menjabat sebagai kades ini.
Saiful mengungkapkan, proses pembentangan bendera sepanjang 800 meter itu membutuhkan waktu yang cukup lama.
Setidaknya membutuhkan waktu selama 1,5 bulan lamanya mulai dari perencanaan, pemotongan bambu hingga pemasangan bendera.
”Untuk bendera saya sambung-sambung jadi satu. Untuk penjahitan bendera oleh warga dan pemasangan juga dibantu oleh warga serta karang taruna pada akhir Juli lalu,” ujar Saiful.
Salah seorang warga yang sedang jogging, Rio, 22, mengapresiasi pembentangan bendera merah putih sepanjang 800 meter.
”Saya sering melintasi ruas jalan ini untuk joging. Kami tentunya mendukung, karena menjadikan ruas jalan menjadi tampak bagus dengan adanya bendera merah putih. Saya jadi sering untuk foto selfie,” ujar Rio. (ren/adi)
Editor : Adi Pras