RADARSOLO.COM- Pemkab Klaten menggelar kirab budaya di sepanjang Jalan Pemuda, Senin (18/8/2025) sore.
Acara ini diikuti38 peserta dari 26 kecamatan, komunitas, dan masyarakat umum yang tampil penuh semangat untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI di Klaten.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disbudporapar) Klaten Purwanto mengatakan, kirab budaya bertujuan melestarikan seni budaya di Klaten sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.
"Kirab budaya ini bertujuan untuk melestarikan seni budaya di Klaten. Di samping juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat," ujar Purwanto kepada radarsolo.com.
Beragam Potensi Seni dan Budaya Tampil di Panggung Kehormatan
Sebanyak 38 peserta memulai perjalanan dari Taman Lampion di Kecamatan Klaten Utara, menempuh jarak sekitar 2 kilometer menuju panggung kehormatan.
Di panggung yang berlokasi di simpang lima Klaten Town Square (Klatos), setiap peserta diberi kesempatan selama tiga menit untuk menampilkan potensi kesenian dan budaya dari daerah masing-masing.
Di depan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto, para kontingen unjuk gigi.
Salah satunya adalah kontingen dari Kecamatan Prambanan yang menampilkan drama musikal tentang Candi Prambanan.
Kontingen Kecamatan Bayat juga tampil energik dengan tarian tradisional yang mengangkat potensi lokal seperti gerabah, tenggok, dan kain batik.
Ribuan warga Klaten memadati kawasan simpang lima Klatos untuk menyaksikan pertunjukan kirab budaya ini.
Antusiasme warga tetap tinggi hingga acara berakhir di kawasan Alun-Alun Klaten.
Baca Juga: Pelita Jaya Sulit Ditumbangkan, Kesatria Bengawan Solo Legawa
Upaya Melestarikan Budaya pada Generasi Muda
Salah satu peserta dari kontingen Kecamatan Bayat, Siti Yuniana Kusumaningsih, 30, menjelaskan, timnya menampilkan tarian Garapan yang khusus diciptakan untuk kirab ini, menampilkan produk gerabah, tenggok, dan kain batik khas Bayat.
"Tarian ini kami ciptakan khusus untuk mengikuti kirab budaya ini," ujar Siti.
Siti berharap, melalui penampilan yang mereka suguhkan, generasi muda di Klaten dapat tergerak untuk mencintai dan melestarikan seni dan budaya daerahnya.
Ia tidak ingin anak-anak muda meninggalkan akar budaya masing-masing. Siti juga berharap acara kirab budaya ini dapat dikemas lebih menarik di tahun-tahun mendatang, sehingga peserta bisa tampil maksimal. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono