Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Deteksi Dini Potensi Konflik Sosial, Bentuk Satgas di 401 Desa di Klaten

Angga Purenda • Senin, 25 Agustus 2025 | 01:39 WIB
Pelaksanaan apel tiga pilar di Gedung Paripurna DPRD Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Pelaksanaan apel tiga pilar di Gedung Paripurna DPRD Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Upaya deteksi dini terjadinya potensi konflik sosial di tingkat desa terus diperkuat melalui forum tiga pilar.

Salah satunya dengan membentuk satuan tugas (Satgas) hingga di 401 desa yang ada di Klaten.

Berisikan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa (Kades) sebagai wujud penguatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo mengungkapkan forum tiga pilar sebagai langkah preventif dalam meredam potensi konflik sosial.

Mengingat permasalahan kerap kali bermulai dari isu kecil di media sosial kemudian membesar karena ada provokasi.

”SK Bupati tentang Satgas Penanganan Konflik Sosial sudah terbit. Kolaborasi TNI, Polri dan Pemda hingga desa harus terus diperkuat melalui deteksi dini. Kemudian komunikasi terbuka, patroli bersama hingga kegiatan sosial di masyarakat,” ucap Nur Cahyo, saat apel tiga pilar di Gedung Paripurna DPRD Klaten pada Jumat (22/8/2025).

Lebih lanjut, Nur Cahyo mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu negatif. Terutama yang berkembang di media sosial. Menurutnya, yang terpenting yakni menjaga persatuan dan kesatuan.

”Jangan mudah terpengaruh hal-hal buruk, baik dari teknologi maupun lingkungan,” tambah Nur Cahyo.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa sinergi tiga pilar sudah diwujudkan dalam bentuk Satgas Penanganan Konflik Sosial yang melibatkan seluruh lapisan. Mulai dari Forkopimda hingga perangkat desa.

”Kami bersyukur kondusivitas Klaten tetap terjaga bekat kerja keras Polri, TNI, kepala desa dan para camat. Kerja sama ini tidak hanya soal kamtibmas, tetapi juga mendukung program lain. Mulai dari ketahanan pangan hingga gotong-royong,” ujar Hamenang.

Lebih lanjut, Hamenang menambahkan upaya kondusivitas juga dilakukan melalui penguatan komunikasi di tingkat bawah.

Meliputi kades, babinsa dan bhabinkamtibmas didorong untuk sering berbagai dengan warga agar potensi kerawanan bisa cepat terdeteksi.

”Sering-sering Fokopimdesa ini menyerap aspirasi yang ada di bawah. Sering nyangkul barenag-bareng, ngangkring dan wedangan bareang sehingga berbagai macam permasalahan atau potensi kerawanan bosa diterdeteksi dini,” ujar Hamenang.

Apabila ada hal yang berpotensi meluas untuk segera disampaikan berjenjang hingga ke Forkopimda. Harapannya agar langkah antisipasi bisa dilakukan.

Di sisi lain diharapkan tiga pilar semakin kuat agar program pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten bisa dinikmati masyarakat denga naman dan nyaman.

Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menambahkan pentingnya peran aparat di tingkat desa sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas. Menurutnya, keterlambatan penanganan bisa memperbesar masalah sehingga deteksi dini menjadi kunci utama.

”Babinsa, Bhabinkamtibmas dan aparatur desa adalah mata dan telinga kami di lapangan. Keluhan masyarakat harus segera ditampung, diteruskan dan dicari solusi bersama. Media sosial juga harus dipantau secara cermat agar tidak menjadi pemicu konflik,” ujar Slamet.

Lebih lanjut, Slamet mengajak semua pihak untuk guyub rukun dan bersinergi menjaga Klaten tetap aman dan sejahtera,” ujarnya. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #dprd klaten