RADARSOLO.COM – Sebanyak dua kecamatan di Kabupaten Klaten dilanda kekeringan pada musim kemarau. Meliputi Kecamatan Kemalang dan Karangnongko.
Dua wilayah itu sudah mendapatkan bantuan dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten sejak awal Agustus 2025.
Data BPBD Klaten, desa di Kecamatan Kemalang yang dilanda kekeringan yakni Tlogowatu, Tegalmulyo, Kendalsari, dan Sidorejo. Sedangkan untuk Kecamatan Karangnongko yakni Desa Gemampir.
Penyaluran dropping air bersih di lima desa yang tersebar pada dua kecamatan tersebut hingga 23 Agustus 2025 sudah mencapai 153 tangki atau sekira 765.000 liter. Rinciannya, untuk Kecamatan Karangnongko di Desa Gemampir baru 1 tangki.
Sedangkan untuk Kecamatan Kemalang sebanyak 152 tangki. Meliputi Desa Tlogowatu telah disalurkan 47 tangki, Desa Tegalmulyo sebanyak 47 tangki, Kendalsari mencapai 12 tangki dan Sidorejo sudah 46 tangki.
Total penerima manfaat bantuan dropping air bersih dari BPBD Klaten di lima desa itu sebanyak 2.385 kepala keluarga (KK) atau 8.260 jiwa.
Camat Kemalang Sumarsih Kuncoro menjelaskan, untuk setiap harinya wilayahnya mendapatkan kiriman dropping air bersih BPBD Klaten. Terutama empat desa yang dilanda kekeringan tersebut.
”Memang rutin sudah dikirim setiap hari dari BPBD. Tapi kadang juga ada instansi atau lembaga lain (yang mengirimkan dropping air bersih),” ujar Kuncoro saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (25/8/2025).
Kuncoro membenarkan, paling banyak menerima dropping air bersih di wilayahnya yakni Tlogowatu.
Mengingat selama ini masih banyak kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
”Tapi sebagian desa lain mungkin ada juga (di luar empat desa yang dilanda kekeringan). Hanya saja prosentasenya kecil lah,” ujar Kuncoro.
Dia mengungkapkan, musim kemarau kalau ini belum memasuki puncak. Meski di beberapa desa di daerah lereng Gunung Merapi tersebut diguyur hujan beberapa kali tetapi belum deras.
”Tapi sudah ada air yang cukup mendinginkan kondisi (lingkungan). Tapi secara keseluruhan air bersih masih diperlukan (bantuan dropping air bersih dari BPBD Klaten),” ujar Kuncoro.
Kuncoro menambahkan, jika bantuan dropping air bersih ditampung pada bak penampungan umum. Hal itu menjadi masyarakat di empat desa wilayah Kemalang bisa mengambil setiap saat untuk berbagai kepentingan rumah tangga dan ternaknya.
”Tapi ya sebagaian juga masih ada yang beli sendiri (air bersih). Kalau mengandalkan dari bantuan tentunya masih kurang, belum mencukupi. Tapi masyarakat sudah rutin setiap tahun mengadakan pembelian air lewat tangka,” ujar Kuncoro.
Kepala Desa (Kades) Tlogowatu Suprat Widoyo menjelaskan jika bantuan dropping air bersih dari BPBD Klaten setiap harinya mengirimkan sebanyak dua hingga tiga tangka.
Dialokasikan ke bak penampungan milik desa maupun bak umum yang tersebar di masing-masing RT.
”Mungkin yang berdampak hampir 750 KK hingga 800 KK. Sampai saat ini juga mengandalkan pembelian air bersih secara mandiri juga,” ujar Suprat. (ren/adi)
Editor : Adi Pras