Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ratusan Siswa SLB di Klaten Ikuti Jambore Pramuka di Pelataran Candi Sojiwan

Angga Purenda • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 04:43 WIB

 

PENGALAMAN BERHARGA: Kegiatan Jambore Pramuka di Pelataran Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten.
PENGALAMAN BERHARGA: Kegiatan Jambore Pramuka di Pelataran Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten.
 

RADARSOLO.COM – Ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Klaten mengikuti kegiatan Jambore Pramuka di Pelataran Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten pada Kamis (28/8).

Pelaksana Tugas Panitia Jambore Herta Surya Maharta menjelaskan, total peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 150 siswa. Mereka berasal dari 14 SLB se-Kabupaten Klaten. Mengangkat  tema Pramuka Tangguh yang direalisasikan dalam berbagai kegiatan.

“Jadi kami pertama kali jambore anak berkebutuhan khusus yang ada simulasi bencana gempa bumi. Tujuannya untuk mengajarkan penyelamatan diri karena kami berada di daerah rawan bencana,” ujar Herta.

Lebih lanjut, Herta menjelaskan, jika selama ini simulasi hanya digelar di masing-masing sekolah. Sementara itu, baru kali ini digelar dengan melibatkan seluruh SLB di Klaten.

Selain kegiatan kepramukaan, pihaknya juga mengajak para peserta melakukan kunjungan kebudayaan ke Candi Sojiwan yang menjadi lokasi kegiatan tersebut. Termasuk melaksanakan gelar karya seni yang ditampilkan masing-masing sekolah. Seperti membatik, melukis maupun pentas pentas menyanyi.

“Kami ingin memberikan hak yang sama kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Jadi kami berikan fasilitas yang sama agar merasakan seperti orang-orang normal lainnya. Mereka bisa merasakan kemah, bersolisasi dengan teman-teman lain dan membangun kepercayaan serta kemandirian,” ujar Herta.

Guru pendamping SLB A YAAT Klaten Diah, 35, mengungkapkan sebanyak 10 siswa yang mengikuti gelaran Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus tersebut.

“Siswa kami ikut mengisi acara dari membaca UUD 1945, Pancasila, Tri Dharma, Tri Satya dan Paduan suara. Termasuk mengikuti pos Prabakat dan penciuman untuk mengenali apotek hidup,” ujar Diah.

Lebih lanjut, Diah mengaku, para siswa bersemangat dan senang selama mengikuti Jambore Pramuka tersebut. Terlebih lagi bisa mendapatkan kenalan teman baru lewat kegiatan tersebut.

“Mungkin bisa dirutinkan setahun terdapat dua tahun sekali. Tentu dengan fasilitas yang bisa diperbaiki lagi, terutama dalam jumlah pesertanya,” ujar Diah.

Salah seorang peserta jambore pramuka, Sultan mengaku menikmati kegiatan yang dilaksanakan di pelataran Candi Sojiwan tersebut. Mulai dari kegiatan menyanyi hingga mendatangi pos untuk adu penciuman dan perabaan. “Tidak cuma seru, tapi seru sekali,” ujar siswa tuna netra kelas VIII dari SLB A YAAT Klaten tersebut.

Pada kesempatan itu, siswa SLB A YAAT Klaten berhasil mendapatkan juara tiga untuk kategori umum. (ren/nik)

Editor : Niko auglandy
#Candi Sojiwan #klaten