Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tradisi Grebeg Maulud Jonggrangan Klaten, Gunungan Hasil Bumi Ludes Jadi Rebutan Warga

Rudi Hartono RS • Sabtu, 6 September 2025 | 02:50 WIB
Warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara saat berebut gunungan hasil bumi dalam tradisi Grebeg Maulud di Sendang Lembu Suro. (Angga Purenda/Radar Solo)
Warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara saat berebut gunungan hasil bumi dalam tradisi Grebeg Maulud di Sendang Lembu Suro. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Warga Dusun Pundungan, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara menggelar tradisi Grebeg Maulud di Sendang Lembu Suro pada Jumat (5/9/2025).

Digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi 2025 dan bersih desa dengan mengusung tema Memayu Hayaning Bawono.

Diawali kirab gunung hasil bumi yang dimulai dari Masjid Sholihin menuju ke Masjid Al Hidayah.

Berakhir di Sendang Lembu Suro yang ada di Dusun Pundungan. Diiringi drum band hingga pasukan paskibra mengelilingi kampung setempat.

Turut hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama perwakilan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati dan tokoh masyarakat desa setempat.

”Tradisi ini biasanya kami gelar pada malam hari, baru kali ini dilaksanakan di siang hari. Melalui acara ini kami harapkan warga Pundungan bersatu dan bergotong-royong sebagai wujud kita membangun kebersamaan. Hingga akhirnya berdampak positif kepada kemajuan suatu wilayah,” ujar Ketua Panitia Tradisi Grebeg Maulud Muhammad Afrizal Surya Mahendra, Jumat (5/9/2025).

Afrizal menjelaskan, Grebeg Maulud itu sudah menjadi tradisi turun temurun sejak nenek moyang. Maka itu, sebagai generasi muda berusaha untuk terus melestarikan tradisi tersebut.

”Melalui tradisi ini, diharapkan nanti Sendang Lembu Suro ini bisa menjadi potensi yang bisa kita kembangkan. Karena selama ini hanya berhenti sebagai tempat pemancingan saja,” ujar Afrizal.

Pantauan Radarsolo.com, sendang sendiri sudah tidak ada air karena sumbernya sudah lama mati. Tapi menariknya terdapat objek diduga cagar budaya (ODCB) berupa patung sapi tetapi bagian kepalanya sudah tidak ada. Patung itu tepat di bawah pohon beringin yang berada di kawasan sendang tersebut.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi Grebeg Maulud warga Dusun Pundungan tersebut. Terlebih lagi sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi tersebut.

”Tentu kegiatan ini adalah kegiatan yang luar biasa. Apalagi disampaikan ada peninggalan Sendang Lembu Suro,” ujar Hamenang.

Puncak dari tradisi Grebeg Maulud tersebut yakni warga saling berebut gunungan hasil bumi yang sebelumnya diawali dengan sholawatan.

Kurang dari lima menit, gunungan berisikan aneka sayur dan buah itu langsung ludes habis. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#grebeg maulud #klaten #Maulud Nabi Muhammad SAW #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo