Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Festival Mbok Sri Tandai Panen Raya di Delanggu Klaten, Peserta Arak Gunungan hingga Ogoh-Ogoh Tikus

Angga Purenda • Senin, 8 September 2025 | 01:36 WIB
Peserta Festival Mbok Sri Mulih di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu mengarak gunungan hasil bumi dan ogoh-ogoh tikus, Minggu (7/9/2025). (M.Ihsan/Radar Solo)
Peserta Festival Mbok Sri Mulih di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu mengarak gunungan hasil bumi dan ogoh-ogoh tikus, Minggu (7/9/2025). (M.Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Festival tahunan Mbok Sri (dulu bernama Festival Mbok Sri Mulih) kembali digelar di Desa Dealnggu, Kecamatan Delanggu selama tiga hari pada Jumat-Minggu (5-7/9/2025).

Festival Mbok Sri (FMS) merupakan tradisi tahunan budaya tani yang mengangkat isu-isu pertanian di Desa Delanggu.

Pada tahun ini, kegiatan yang digagas Sanggar Rojolele sejak 2017 itu telah memasuki edisi kedelapan. Tema yang diangkat yakni Seni Bertahan Petani.

Tema itu sebagai sebuah pernyataan bahwa bertani hari ini bukan sekadar pilihan hidup, melainkan seni untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Begitu juga minimnya dukungan kebijakan dan ketiadaan infrastruktur yang memadai di sektor pertanian.

Puncaknya pada Minggu (7/9/2025) digelar Kirab Budaya Wiwitan Boyong Mbok Sri Mulih dengan menempuh jarak sekira 2,5 kilometer (km) mengeliling kampung setempat.

Kemudian dilanjutkan dengan tradisi wiwitan pada lahan tanaman padi yang siap panen. Saat tradisi wiwitan berlangsung, terdapat penampilan tari di sekitar lahan tanaman padi yang hendak panen.

Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival. Karena tampil di tengah hamparan tanaman padi yang sudah menguning.

”Upacara tradisi ini syarat makna dari warisan leluhur kita. Bahwa sebelum memasuki masa panen tiba, tradisi para petani mengadakan upacara tradisi wiwitan. Untuk berbagi kepada alam dan manusia,” ujar pendiri Sanggar Rojolele sekaligus Direktur FMS 2025, Eksan Hartanto, Minggu (7/9/2025).

Eksan menjelaskan, dalam tradisi wiwitan itu membagikan sebanyak 1.500 pincuk nasi wiwit kepada pengunjung festival.

Harapannya mereka juga mendapatkan berkah dari acara tersebut. Menariknya, dalam kirab itu terdapat gunungan padi, palawija dan nasi wiwit.

Begitu juga ogoh-ogoh berupa tikus yang lantas dibakar dalam acara tersebut. Sebagai simbol hambatan bagi pertanian di Desa Delanggu yang harapannya segera sirna karena pada musim tanam sebelumnya selalu menjadi musuh petani.

”Sedangkan untuk gunungan palawija direbutkan oleh warga sebagai bagian dari ngalap berkah,” ujar Eksan.

Salah seorang pengunjung, Hartini, 62, mengapresiasi acara tersebut. Terlebih lagi terus melestarikan tradisi para petani Delanggu.

”Saya harapkan tanah di Delanggu semakin subur. Apa yang ditanam bisa panen secara maksimal. Tidak hanya padi, tetapi juga singkong dan lainnya,” ujar Hartini yang juga buruh tani asal Delanggu. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #beras rojolele #panen raya #festival mbok sri #tradisi wiwitan #delanggu