Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kampung Siluman dan Gerabah Melikan Klaten Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia, Begini Cara Berikan Dukungan

Angga Purenda • Senin, 8 September 2025 | 20:53 WIB
Suasana Kampung Siluman saat digunakan untuk kegiatan tradisi Kirab Pager Banyu oleh warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten beberapa waktu lalu. (Angga Purenda/Radar Solo)
Suasana Kampung Siluman saat digunakan untuk kegiatan tradisi Kirab Pager Banyu oleh warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten beberapa waktu lalu. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Potensi wisata di Kabupaten Klaten telah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2025.

Yakni Kampung Siluman di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang dan gerabah Melikan di Kecamatan Wedi.

Untuk Kampung Siluman masuk dalam nominasi kategori Wisata Olahraga dan Petualangan.

Sedangkan gerabah Melikan masuk kategori Cendera Mata. Saat ini telah memasuki tahapan voting yang berlangsung hingga akhir September 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Purwanto menjelaskan, pemungutan suara atau voting melalui like, comment dan subscribe Youtube API Award pada video terkait Kampung Siluman dan Gerabah Melikan dengan putaran miring itu.

“Untuk voting juga bisa diberikan melalui instagram @ayojalanjalanindonesia serta SMS. Masa voting sejak 1 Juni hingga 30 September 2025,” ujar Purwanto, Senin (8/9/2025).

Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan, pengusulan atas dua potensi parwisata dan ekonomi kreatif itu melalui sejumlah pertimbangan.

Seperti pengusulan Kampung Siluman yang diharapkan bisa memaksimalkan potensi wisata yang ada di daerah lereng Merapi.

“Saat ini wisata petualangan dan jelajah banyak digemari wisatawan. Di sisi lain, kami mengembangan wisata Deles dengan melengkapi sarana-prasarana pendukung di sana,” ujar Purwanto.

Diharapkan melalui paket wisata di lereng Merapi yang dikembangkan bisa menggerakan kembali wisata di Deles Indah.

Seperti diketahui Kampung Siluman itu kini beradai di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Kawasan yang dahulunya dikenal sebagai perkampungan pendudukan tetapi terdampak erupsi Merapi pada 1930.

“Untuk pengusulan gerabah melikan ini merupakan kearifan lokal yang mungkin tidak ada di tempat lainnya. Terutama untuk pembuatannya yang menggunakan teknik putaran miring,” ujar Purwanto.

Purwanto pun terus berupaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait voting terhadap dua potensi wisata dan ekonomi kreatif tersebut.

Termasuk dalam setiap kesempatan pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. Harapannya dapat meraih penghargaan API Award pada nominasi tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Sukiman menyambut baik dengan masuknya Kampung Siluman dalam nominasi kategori Wisata Olahraga dan Petualangan di ajang API Award 2025. Dia pun berharap destinasi wisata itu semakin dikenal secara luas.

“Kami tidak hanya mendukung, tetapi juga menyiapkan masyarakat untuk Sapta Pesona Wisata seperti apa. Harapannya semakin banyak warga yang terlibat dan sejahtera karena wisata,” ujar Sukiman.

Kampung Siluman sendiri telah masuk kawasan hutan konservasi. Warga sekitar turut menjaga keasrian kawasan hutan di bekas perkampungan tersebut.

Salah satu upayanya melalui pendekatan seni dan budaya Kirab Pager Banyu yang rutin digelar setiap tahunnya.

Tujuan dari kegiatan tersebut yakni upaya konservasi dan merawat sumber air yang berada di kawasan tersebut. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #Gerabah Melikan #kampung siluman #Wedi #Kemalang #wisata