Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Harga Beras Masih Tinggi, Pemkab Klaten Siapkan Gerakan Pangan Murah bagi Karyawan Pabrik

Angga Purenda • Rabu, 10 September 2025 | 23:45 WIB
Salah seorang pedagang beras di Pasar Gedhe Klaten tunggu pembeli, Rabu (10/9/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Salah seorang pedagang beras di Pasar Gedhe Klaten tunggu pembeli, Rabu (10/9/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Klaten masih tinggi. Kenaikan harganya sudah terjadi sejak awal Agustus lalu. Pedagang menyebut dipengaruhi gagal panen sebagian petani.

Pantauan Radarsolo.com, harga beras jenis C4 kini Rp 14.000 - Rp 15.000 per kilogram (kg). Padahal sebelumnya Rp 12.000 - Rp 13.000 per kg.

Sedangkan beras jenis menthik wangi di kisaran Rp 15.000 - Rp 17.000 per kg, naik dibanding bulan lalu meski tidak signifikan.

”Untuk harga beras masih stabil tinggi. Mengalami kenaikan sejak awal Agustus dan bertahan sampai saat ini,” ujar salah satu pedagang beras Pasar Gedhe Klaten, Sunarti, 65, Rabu (10/9/2025).

Pedagang beras lainnya, Sumini, 78, menyebut jika harga beras memang relatif stabil. Meski dibandingkan dengan sebulan lalu mengalami kenaikan. Penyebabnya karena banyak petani yang gagal panen bulan lalu.

”Harapannya panen berikutnya bisa melimpah supaya harga beras bisa kembali normal. Soalnya harga beras itu bisa naik-turun, tidak menentu,” ujar Sumini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pemkab Klaten melalui Info Harga Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat untuk harga jenis C4 tercatat Rp 14.667 per kg. Sedangkan untuk beras IR 64 Rp 13.500 per kg.

Atas kondisi tersebut, Pemkab Klaten pun berencana kembali menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Menghadirkan paket sembako yang salah satu komoditasnya yakni beras dengan harga lebih terjangkau.

”Dalam waktu dekat kita melakukan gerakan pangan murah dengan menyasar sejumlah pabrik yang memiliki banyak karyawan. Saat ini sedang kami lakukan pendataan terkait kebutuhannya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten Iwan Kurniawan.

Iwan menyebut, langkah itu diambil untuk memperluas jangkauan program gerakan pangan murah yang selama ini digelar di desa dan kecamatan. Sebelumnya juga telah dilaksanakan secara serentak di 26 kecamatan.

”Memang untuk jangka pendek ini kita akan menyasar yang pabrik. Dikarenakan banyak karyawan pabrik yang belum terjangkau program ini.Gerakan pangan murah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis,” tambah Iwan.

Baca Juga: Teka-Teki Kematian Pensiunan Guru Asal Berjo Ngargoyoso secara Mengenaskan Belum Terungkap, Polres Karanganyar Tunggu Hasil Otopsi

Di sisi lain, pada gerakan pangan murah, beras dijual jauh lebih murah dari harga pasaran.

Maka itu diharapkan bisa membantu pekerja dalam menghadapi kenaikan harga beras.

”Untuk gerakan pangan murah ini jelas harganya lebih murah. Misalnya beras SPHP dijual dengan harga Rp 11.400 per kg. Sedangkan di pasaran mencapai Rp 13.000 per kg,” ujar Iwan.

Dia menambahkan, Klaten sebenarnya surplus beras sekira 5.000 ton per Agustus 2025. Maka itu, operasi pasar akan diprioritaskan untuk daerah yang memang bukan sentra padi agar distribusi lebih merata. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Gerakan Pangan Murah #klaten #beras #Pasar Gedhe Klaten