Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pameran Taman Budaya Klaten Tampilkan Prasasti hingga Inskripsi Aksara Kuno, Begini Penampakannya

Angga Purenda • Kamis, 11 September 2025 | 19:42 WIB
Pameran Aksara Gata yang berlangsung di Kompleks Taman Budaya Monumen Juang 45 Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Pameran Aksara Gata yang berlangsung di Kompleks Taman Budaya Monumen Juang 45 Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten bersama Perkumpulan Alhi Epigrafi Indonesia (PAEI) menggelar pameran bertajuk Aksara Gata. Berlangsung di Kompleks Taman Budaya Monumen Juang 45 Klaten.

Berbagai koleksi ditampilkan pada pameran yang menempati ruangan di sebelah Museum Daerah Klaten.

Pameran berlangsung selama enam hari mulai 10-16 September 2025 yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Seperti sarasehan terkait prasasti hingga membatik aksara.

Koleksi yang ditampilkan mulai dari dua prasasti yang merupakan peminjaman masyarakat.

Seperti prasasti Nglumbang Dungik dari Desa Soropaten Kecamatan Karanganom dan Prasasti Anggehan dari Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum.

Selain itu, ada koleksi yang dibawa oleh PAEI yakni replika arca Budhha dari Rejoso. Ada pula prasasti timah yang ditemukan di muara Sungai Musi dan Batanghari.

Terdapat juga koleksi lontar beraksara dan berbahasa Bali yang berisikan tentang ilmu pengobatan tradisional.

Pada pameran itu juga terdapat koleksi cap dan stempel pada era kolonial Belanda. Kemudian foto nisan yang masih terdapat inskripsi aksara kuno.

Memang koleksi yang ditampilkan tidak hanya dari wilayah Klaten saja tetapi berbagai daerah di Indonesia.

“Pameran ini memang sudah diprogramkan dari bidang kebudayaan mengenai sejarah permuseuman. Selain pameran, juga ada kegiatan dari aksara gata ini, sarasehan hingga pemutaran film,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudporapar Klaten Tri Indarti, Rabu (10/9/2025).

Lebih lanjut, Tri mengungkapkan, bahwa pameran itu digelar dalam rangka melestarikan, memperkenalkan dan menghidupkan kembali aksara kuno di nusantara.

Pameran Aksara Gata ini dibuka untuk umum serta gratis. Dibuka setiap hari mulai Pukul 09.00-16.00.

“Aksara gata itu maksudnya aksara kuno. Jadi kita sebenarnya punya aksara jaman dulu pada masa lampau. Nanti dari PAEI akan membantu pengunjung dalam mengenal, belajar hingga menulis aksara,” ujar Tri.

Tri mengungkapkan, jika pameran aksara gata itu baru pertama kali diadakan di Klaten.

Dia pun berharap kedepan pameran yang serupa bisa digelar kembali sehingga bisa menambah pengetahuan masyarakat Klaten.

“Kalau misalnya ada pameran lagi, bisa menampilkan pameran yang belum pernah digelar di Klaten. Harapannya pengetahuan dari masyarakat bisa bertambah,” ujar Tri.

Di sisi lain, melalui acara tersebut hendak mengenalkan Museum Daerah Klaten pada kawasan yang sama.

Mengingat aka nada kegiatan sepert Night at Museum yang diisi dengan kegiatan tour museum dan pameran serta baca buku pada Sabtu (13/9/2025) pada Pukul 19.00.

Kemudian terdapat kegiatan dongeng ning museum yang digelar pada Minggu (14/9/2025).

Diharapkan masyarakat Klaten bisa memanfaatkan event tersebut secara maksimal.

Sementara itu, Perwakilan dari PAEI, Dewi Trisna mengungkapkan ada berbagai aksara kuno yang ditampilkan pada pameran tersebut.

Mulai dari Pallawa, Bali kuno, Jawa kuno dan Arab Pegon. Sebelumnya, pameran serupa digelar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

“Kebetulan kami ambil rangkaian di Klaten karena di wilayah Klaten ditemukan prasasti. Apalagi di Klaten ini juga terkenal dengan lurik dan batiknya juga,” ujar Dewi.

Ia mengungkapkan, dalam sarasehan itu, berkaitan dengan prasasti yang ada hubungan dengan lurik dan batik yang menjadi salah satu potensi unggulan Klaten.(ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Kolonial Belanda #pameran #klaten #monumen juang 45 #prasasti #taman budaya