Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Polemik Seleksi Peserta Aubade SMPN 2 Klaten Berakhir Saling Memaafkan, Ini Kebijakan yang Diambil Bupati Hamenang

Angga Purenda • Minggu, 14 September 2025 | 18:42 WIB
Pertemuan antara pihak SMPN 2 Klaten dengan orang tua siswi di Rumah Dinas Bupati Klaten
Pertemuan antara pihak SMPN 2 Klaten dengan orang tua siswi di Rumah Dinas Bupati Klaten

RADARSOLO.COM- Penyelesaian polemik seleksi aubade di SMP Negeri 2 Klaten yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu berakhir dengan saling memaafkan.

Antara pihak sekolah dengan orang tua siswi saat difasilitasi Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam pertemuan di rumah dinas bupati pada Kamis (11/9/2025).

Selain itu, Bupati Hamenang juga telah mengambil kebijakan terhadap polemik yang sempat terjadi.

Hal itu diputuskan setelah sebelumnya dirinya meminta klarifikasi secara langsung ke pihak sekolah dan orang tua siswi.

“Tindak lanjut dari klarifikasi kedua belah pihak beberapa waktu lalu, akhirnya kami mempertemukan secara langsung antara pihak sekolah SMPN 2 Klaten dengan Ibu V selaku dari orang tua salah satu siswi di SMPN 2 Klaten. Kedua pihak sudah saling memaafkan,” ujar Bupati Klaten Hamenang saat memberikan keterangan kepada radarsolo.com pada Sabtu (13/9/2025).

Pertemuan itu juga turut disaksikan oleh Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Titin Windiyarsih

Hamenang menjelaskan, bahwa dalam forum tersebut, pihak sekolah melalui kepala sekolah dan guru pembimbing aubade kembali menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswi.

Termasuk kepada disdik, Pemkab dan masyarakat Klaten atas apa yang terjadi.

Selanjutnya, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh Disdik dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klaten, pihaknya telah mengambil kebijakan.

Pertemuan antara pihak SMPN 2 Klaten dengan orang tua siswi di Rumah Dinas Bupati Klaten
Pertemuan antara pihak SMPN 2 Klaten dengan orang tua siswi di Rumah Dinas Bupati Klaten

Yakni membebastugaskan Tonang Juniarta dari Kepala SMPN 2 Klaten dan memindahkan ke sekolah lain.

“Kemudian untuk guru pembimbing aubade yang bersangkutan, kami pindah tugaskan dari guru menjadi tenaga administrasi,” tambah Hamenang.

Hamenang mengungkapkan, untuk kedepannya, dengan adanya kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Harapannya untuk bersama-sama menjaga toleransi serta kerukunan antar umat beragama di Klaten.

Sementara itu, Tonang Juniarta saat dikonfirmasi radarsolo.com, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada yang terdampak atas dinamika yang cukup memberikan atensi khusus di masyarakat dalam beberapa waktu terakhir itu.

“Saya menerima dengan lapang dada (atas kebijakan bupati) sebagai bentuk tanggungjawab moral dan etis saya sebagai pimpinan. Tidak ada staff yang salah, yang salah adalah pimpinan,” ujar Tonang.

Lebih lanjut, Tonang mengungkapkan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), pihaknya tunduk dan loyal pada pimpinan.

Bahkan siap untuk ditugaskan dimana saja sesuai dengan kompetensinya.

“Prinsip saya yang namanya orang mengabdi bisa dimana saja. Siap memberikan kontribusi terbaik untuk Klaten tercinta,” ujar Tonang.

Diberitakan sebelumnya, tahapan seleksi peserta aubade SMPN 2 Klaten untuk ikut serta dalam lomba di Alun-alun Klaten pada 17 Agustus 2025 menimbulkan polemik.

Mengingat ada salah satu siswi berinisial A, 14, tidak lolos seleksi.

Hingga akhirnya viral di media sosial karena siswa yang bersangkutan sampai tidak masuk sekolah karena diduga kecewa atas hasil seleksi tersebut.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#Hamenang Wajar Ismoyo #klaten #bupati #Aubade #SMPN 2 Klaten