RADARSOLO.COM – Gerombolan pemuda bersenjata tajam (sajam) yang baru saja diungkap Polisi membuat masyarakat Klaten resah.
Terlebih lagi yang menjadi korban adalah pengendara sepeda motor secara acak. Polres Klaten pun mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat agar tak jadi korban.
”Pada sisi ini saya sepakat untuk menyebut sebagai pelaku tindak pidana. Maka itu imbauan saya yang pertama untuk kegiatan di malam hari, sewajarnya. Aktivitas kita tata yang manfaat. Jadi masyarakat yang keluar malam untuk lebih berhati-hati,” ujar Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, Senin (15/9/2025).
Lebih lanjut, Nur Cahyo mengungkapkan, bagi masyarakat yang memang bekerja pada malam hari untuk menjaga diri.
Sedangkan mereka yang sudah tidak ada aktivitas untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
Di sisi lain, kepada orang tua maupun tokoh lingkungan dan masyarakat untuk bisa mengidentifikasi perlaku oknum yang sedang nongkrong atau berkegiatan negatif lainnya.
Begitu juga berperan aktif memberikan informasi kepada polisi jika mendapati gerombolan pemuda bersajam.
”Jadi baik semuanya yang bisa berpotensi menjadi korban agar bisa menjaga keselamatan lebih baik. Termasuk kami membutuhkan informasi actual, apabila ada tanda-tanda kegiatan (gerombolan pemuda sajam) melalui layanan kami sehingga bisa dijangkau dengan pelaksanaan patroli yang lebih luas,” ujar Nur Cahyo.
Nur Cahyo berharap adanya sistem pencegahan dari lingkungan terutama di malam hari.
Hal itu bisa dilakukan dengan menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dalam menjaga wilayahnya oleh warga dan dilakukan secara bergilir seperti ronda malam.
”Keamanan ini merupakan kebutuhan bersama, mari kita ajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Nur Cahyo.
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya mengoptimalkan Pos Kamling yang ada saat ini. Termasuk melakukan pendataan guna memetakan Pos Kamling yang ada di Kota Bersinar.
Pelaksanaannya melibatkan seluruh jajaran polsek dalam jumlah tertentu yang tersebar di 26 kecamatan setiap harinya.
”Dari Polres juga melakukan peningkatan keaktifan warga dengan program-program untuk memperkuat Pos Kamling. Mulai apa saja kelengkapan hingga cara bertindak akan kami tata kembali. Ini juga sudah disampaikan dalam rapat Forkopimda, Insya Allah ada gerakan yang sama dari pemkab,” ujar Nur Cahyo.
Diberitakan sebelumnya, Gerombolan pemuda bersajam sempat membuat onar di Jalan Solo-Jogja pada dua lokasi berbeda pada Minggu (7/9/2025) dini hari.
Jajaran Polres Klaten pun berhasil mengamankan lima pemuda yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka yang ditetapkan tersangka berinisial GAU, warga Boyolali, MRA warga Karangnongko, Klaten serta ESP, MFA dan MAP adalah warga Ngawen, Klaten. Kelima tersangka ini berusia 19-30 tahun.
Para pelaku ditangkap oleh polisi pada Kamis (11/9/2025) dengan delapan senjata tajam yang berhasil diamankan. Mulai dari celurit hingga corbek yang memiliki panjang hingga 1,9 meter. (ren/adi)
Editor : Adi Pras