RADARSOLO.COM – Sesosok jenazah pria ditemukan dalam mobil yang terparkir di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pakis, Delanggu, Klaten pada Selasa (16/9/2025) pagi. Temuan itu sempat menghebohkan warga dan petugas SPBU setempat.
Kapolsek Delanggu AKP Jaka Waloya menjelaskan, polisi mendapatkan laporan pada pukul 07.00. Jenazah diketahui berinisial S, 48, warga Purwakarta, Jawa Barat.
”Jadi posisi mobil berada di parkiran toilet SPBU. Memang sudah beberapa hari parkir di situ. Pagi-pagi dilaporkan terkait itu (penemuan jenazah),” ujar Jaka saat dikonfirmasi Selasa (15/9/2025).
Lebih lanjut, Jaka menjelaskan, jenazah pertama kali ditemukan oleh petugas toilet SPBU dan temannya saat bersamaan.
Saat itu temannya tersebut membelikan makanan untuk S. Tetapi saat tiba di lokasi dan memanggilnya, tidak segera dijawab oleh S.
”Posisi pintunya (mobilnya) kebuka, tapi dipanggil-panggil tidak menjawab. Saat ditemukan sudah tidak bernyawa. Jadi petugas toilet dan temannya ini bersamaan menemukan S sudah meninggal,” ujar Jaka.
Informasi yang didapatkan dari petugas toilet SPBU, S sering kali beristirahat di SPBU Pakis Delanggu tersebut dalam sebulan terakhir. Sering kali melakukan perjalanan menuju ke Klaten karena terdapat pekerjaan proyek.
Jaka mengungkapkan, saat ditemukan jenazah itu, terdapat obat yang dikonsumsi S di dalam mobil.
Saat polisi mengkonfirmasi ke pihak keluarganya, obat itu diminum karena yang bersangkutan memiliki riwayat sakit jantung.
”Dari hasil pemeriksaan dan kami tanyakan ke dokter terkait obat yang kami temukan itu merupakan obat-obatannya untuk sakit jantung. Diperkirakan jenazah sudah meninggal dunia enam jam sebelum ditemukan,” ujar Jaka.
Jaka memastikan, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dalam tubuh jenazah S.
Kemudian langsung dibawa ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, sambil menunggu kedatangan dari pihak keluarga untuk melakukan penjemputan.
”Kami sudah melakukan komunikasi dan menghubungi pihak keluarga. Saat ini masih dalam proses perjalanan (ke rumah sakit). Nantinya langsung dibawa ke Purwakarta,” ujar Jaka. (ren/adi)
Editor : Adi Pras