Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Gelar Bakti Sosial, 33 Peserta Ikuti Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit

Angga Purenda • Sabtu, 20 September 2025 | 03:52 WIB

 

Jajaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten saat foto bersama dengan peserta operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit.
Jajaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten saat foto bersama dengan peserta operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit.

RADARSOLO.COM-RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menggelar bakti sosial berupa operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit, Jumat (19/9/2025).

Acara itu bekerja sama dengan Smile Train Indonesia dan Ngabila Care yang diikuti sebanyak 33 peserta dari berbagai daerah.

Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dr. Sholahuddin Rhatomy menjelaskan, rekonstruksi bibir sumbing itu tidak bisa diklaim dan dibiayai oleh BPJS Kesehatan.

Mengingat tindakan operasi plastik yang bertujuan untuk memperbaiki tampilan bibir itu masuk sebagai tindakan estetika.

“Jadi kasihan banyak pasien yang tidak mampu sehingga tidak bisa melakukan tindakan operasi. Maka itu, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten mengalokasikan dana dan juga bekerja sama dengan sponsor untuk membantu,” ujar Sholahuddin, Jumat (19/9/2025).

Sebelum pelaksanaan, rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu telah menginformasikan terkait kegiatan bakti sosial tersebut. Maka itu pesertanya terjauh datang dari Jawa Timur.

Pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten akan berlangsung selama dua hari.

Diawali dengan melakukan skrining kepada seluruh peserta pada Jumat (19/9/2025). Kemudian dilanjutkan dengan operasi yang dilaksanakan oleh dua dokter ahli bedah plastik.

“Kalau peserta ini memang bibir sumbing dan tulangnya tidak kena, akan sekali dilakukan tindakan (operasi). Tapi kalau sampai dalam, akan dilaksanakan tindakan beberapa kali,” ujar Sholahuddin.

Usai tindakan operasi itu akan tetap dilakukan pemantauan oleh pihak rumah sakit. Mengingat proses penyembuhan memerlukan waktu mulai dari satu hingga dua minggu lamanya.

Melalui pelaksanaan bakti sosial operasi gratis dan celah-celah langit itu, diharapkan rumah sakit bisa memberikan kontribusi lebih di bidang kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga: Groundbreaking Oncology Center RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Menkes RI: Jadi Pusat Pelayanan Kanker Terpadu di Klaten

Apalagi rumah sakit milik Kemenkes tak hanya mengejar profit saja tetapi juga membantu masyarakat terkait hal yang tidak bisa dikaver asuransi seperti BPJS Kesehatan.

“Insya Allah kita akan rutin melaksanakan, dengan mengalokasi dana CSR rumah sakit setiap tahunnya. Dikarenakan banyak sekali kasusnya,” Sholahuddin.

Salah satu orang tua peserta operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit, Nanik, 33, asal Kudus datang bersama anaknya yang masih berusia dua tahun.

Dirinya akan mendampingi anaknya yang akan melakukan tindakan medis tersebut.

“Sebelumnya pernah melakukan tindakan operasi langit-langit, sekarang tindakan lanjut. Tentunya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan bakti sosial ini karena meringankan biaya,” Nanik. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bibir sumbing #operasi #bakti sosial #klaten #rsup dr soeradji tirtonegoro