Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Serunya Balap Traktor di Kebonarum Klaten, 32 Joki dari Tiga Provinsi Beradu Cepat

Angga Purenda • Senin, 29 September 2025 | 02:27 WIB
Peserta lomba balap traktor di Dusun Bakal, Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Minggu (28/9/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Peserta lomba balap traktor di Dusun Bakal, Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Minggu (28/9/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Traktor Mania Klaten (TMK) menggelar lomba balap traktor di Dusun Bakal, Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten selama dua hari pada Sabtu-Minggu (27-28/9/2025). Ada 32 peserta yang beradu kecepatan.

Peserta dari sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Seperti Klaten, Sukoharjo, Ngawi, Madiun dan Ponorogo. Mereka beradu cepat di satu patok sawah yang baru saja panen. Sawah tersebut disulap jadi arena balap traktor.

Setiap sesi perlombaan terdapat dua orang yang berduel untuk menjadi tercepat sampai ke garis finish.

Setiap peserta diwajibkan memutari lintasan sebanyak dua kali dengan panjang lintasan sekira kurang dari 1 kilometer (km).

Menariknya, sebelum berada di lintasan, dilakukan pengecekan oleh mekanik dari panitia.

Hal ini untuk memastikan mesin hingga roda yang digunakan sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Seperti kekuatan mesin penggerak traktor harus 8,5 pk dan diameter roda maksimal 120 cm.

Tentunya tidak mudah mengendalikan traktor pada lintasan yang sudah berlumpur. Bahkan ada peserta yang juga mengandalkan kekuatan fisiknya dengan mendorong mesin traktor dengan mencoba berlari agar melaju cepat.

Termasuk dituntut untuk pandai mengatur handle dan kopling demi. Mereka memperebutkan Piala Bupati Klaten dan uang pembinaan.

”Kami menggelar lomba ini sebagai ajang silaturahmi. Istilahnya membangun persaudaraan, kalau diundang dari teman-teman Ngawi maupun Madiun juga kami usahakan datang. Paling utama itu silaturahminya, bukan hadiahnya,” ujar Ketua Panitia Lomba Balap Traktor Heruwanto kepada Radarsolo.com, Sabtu (27/9/2025).

Dia mengungkapkan, lomba balap traktor yang digelar setiap tahunnya ini telah memberikan dampak positif.

Terutama tingginya minat anak-anak SD hingga SMA setempat untuk mencoba membajak sawah dengan traktor.

Dalam mengoperasionalkan traktor di lahan persawahan tetap dalam pengawasan oleh TMK.

Hanya diperbolehkan pada medan yang mudah untuk dilintasi. Sedangkan untuk medan yang berat masih perlu banyak belajar dengan mengasah keterampilannya secara rutin.

”Yang penting kita tarik hatinya dulu agar senang dengan pertanian. Jadi kami coba kenalkan dengan traktor ini terlebih dahulu,” ujar  Heruwanto.

Ketua tim asal Sukoharjo, Philip, 55, mengaku rutin menghadiri acara tersebut.

”Sekalipun mesinnya sudah di-upgrade dan mampu menjalankan traktor untuk bekerja, belum tentu bisa dalam perlombaan. Soalnya dalam lomba ini yang paling dibutuhkan nyali,” ujar Philip. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#madiun #Kebonarum #klaten #ngawi #ponorogo #sukoharjo #traktor