RADARSOLO.COM - Belasan siswa SMPN 1 Wedi, Klaten diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Rabu (8/10/2025) pagi.
Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Wedi untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data yang dihimpun Radarsolo.com, total ada 13 siswa yang mendapatkan penanganan di Puskesmas Wedi.
Dari jumlah itu, ada delapan siswa yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagas Waras Klaten.
Sedangkan tiga siswa lainnya menjalani rawat jalan sehingga diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Sementara itu ada dua siswa masih menjalani observasi.
Tapi jumlah siswa yang berpotensi diduga keracunan dimungkinkan bertambah. Mengingat dilaporkan ada 351 siswa yang menyantap menu MBG tersebut.
Camat Wedi Widaya menjelaskan, menu MBG yang diterima para siswa SMPN 1 Wedi pada Pukul 09.00. Kemudian baru disantap pada pukul 10.00 lalu timbul gejala.
”Gejalanya mual dan pusing. Diduga keracunan itu dari daging yang disantap. Mereka yang keracunan ada siswa kelas VII dan IX, tapi rata-rata kelas IX,” ujar Widaya.
Widaya mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan dugaan keracunan itu langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Mulai dari Puskesmas hingga Polsek Wedi terkait penanganan dugaan keracunan tersebut.
”Puskesmas sudah bergerak, kemudian ada koordinasi dengan polres juga. Sudah melakukan olah TKP di SMP dan SPPG,” ujar Widaya.
Dia mengungkapkan, setelah mengetahui ada siswa yang diduga keracunan, untuk pemberian menu MBG pada shif ke-2 (siang hari) langsung dihentikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan terdapat siswa lainnnya yang diduga keracunan menu MBG.
Sampai saat ini tim dari dinkes masih terus mengumpulkan data terkait mereka bergejala.
”Mereka yang kami rujuk ke RSUD Bagas Waras ini karena Puskesmas Wedi tidak ada rawat inapnya. Jadi perlu dilakukan penatalaksanaan terhadap gejala yang muncul. Apalagi mengalami dehidrasi yang agak berat sehingga membutuhkan asupan cairan,” ujar Anggit.
Lebih lanjut, Anggit belum bisa memastikan menu MBG yang diduga membuat siswa keracunan.
Saat ini dinkes telah mengambil sampel terhadap nasi, lauk-pauk, sayur dan buah serta susu. Pemeriksaan terhadap sampel akan dilakukan untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
”Jadi kami tetap harus menunggu dari hasil hasil pemeriksaan laboratorium," ujar Anggit.
Dia mengungkapkan, Dinkes Klaten juga membuka posko kesehatan yang dipusatkan di Puskesmas Wedi.
Hal itu untuk menerima siswa yang dimungkinkan muncul dugaan keracunan untuk dilakukan pendataan dan penanganan.
”Kalau memang diperlukan, kami akan buka posko di lokasi (SMPN 1 Wedi). Posko kami buka selama tiga hari selama 24 jam. Jadi bagi masyarakat penerima manfaat yang mengalami gejala yang sama untuk bisa melakukan penatalaksanaan pengobatan," ujar Anggit. (ren/adi)
Editor : Adi Pras