RADARSOLO.COM-Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten memindahkan sejumlah bantuan candi dan arca yang ditemukan di Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko, Kamis (9/10/2025).
Batuan candi dan arca itu ditemukan pada sebuah lahan milik warga setempat bernama Tri.
Analis Cagar Budaya dan Koleksi Museum Disbudporapar Klaten Ari Wiayan Tanjung menjelaskan, temuan batuan candi dan arca itu justru pertama kali diketahui dari unggahan di media sosial, Minggu (5/10/2025).
Hingga akhirnya disbudporapar datang untuk melakukan pendataan terhadap objek diduga cagar budaya (ODCB) tersebut.
“Kami malah mendapatkan laporan dari media sosial facebook. Ditemukan pada lahan yang awalnya hendak dibangun semacam warung. Terus ada kolam dan wahana untuk wisata air. Jadi di tengah lahannya ke potong sungai,” ujar Tanjung saat dihubungi melalui telepon, Minggu (12/10/2025).
Lebih lanjut, Tanjung menjelaskan, batuan candi itu justru oleh warga ditata untuk pembangunan talut.
Sebagian digunakan sebagai material bangunan permanen. Mengingat tidak mengetahui bahwa batuan tersebut merupakan ODCB.
Sedangkan sebagian batuan yang berbentuk balok diamankan dan dikumpulkan.
Total ada sekira 50 batuan candi yang ditemukan di lokasi tersebut.
Begitu juga satu arca, tetapi Tanjung belum bisa menerangkan lebih lanjut temuan tersebut.
“Kami belum melakukan identifikasi karena memprioritaskan untuk dibawa ke Museum Daerah Klaten dulu. Kami amankan dulu, baru kita kaji. Soalnya bagian atasnya (dari arca) tersebut patah,” ujar Tanjung.
Sebelumnya, tim dari Disbudporapar Klaten melakukan observasi di lokasi temuan.
Termasuk menemui dan berdiskusi pemilik lahan hingga akhirnya sebagian temuan diamankan untuk menambah koleksi museum daerah.
“Total ada 8 komponen bangunan candi dan satu arca. Dikarenakan di museum daerah belum cukup, jadi kami prioritaskan mengambil batuan candi yang terdapat reliefnya dan motif hiasnya. Jadi kami prioritaskan pada batuan yang memiliki nilai lebih dari yang lainnya,” tambah Tanjung.
Tanjung juga meminta pemilik lahan agar merawat temuan batuan candi yang sebagian belum diambil.
Mengingat ada beberapa batuan candi yang disemen sehingga diminta untuk dilepas dan dikumpulkan.
“Warga sebenarnya tidak mengetahui lokasi awal dari temuan bantuan candi dan arca itu. Mereka hanya menatanya sebagai talut. Lokasinya tak jauh dari Candi Karangnongko dan sebagian batuan candi reliefnya juga sudah aus,” ujar Tanjung.
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Klaten Tri Indarti menambahkan, pemindahan batuan candi ke museum daerah sebagai upaya penyelamatan.
Meski batuan yang ditemukan belum dibawa secara keseluruhan.
“Tentunya kami akan merawat batuan candi yang di bawa ke museum daerah ini. Sekaligus menambah koleksi di museum sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung," ujar Tri. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono