RADARSOLO.COM – Puting beliung menerjang dua kecamatan di Kabupaten Klaten, Minggu (12/10/2025) petang. Satu orang mengalami luka dalam insiden tersebut.
Dua kecamatan yang diterjang yakni Gantiwarno dan Cawas. Total ada 18 rumah yang berdampak dengan kerusakan seperti genteng dan atap dari gavalum beterbangan. Sejumlah pohon ikut tumbang hingga menimpa rumah warga setempat.
Sementara di Kecamatan Cawas terdapat 27 rumah yang mengalami kerusakan. Tersebar di Desa Bogor, Tlinsing, Barepan, dan Bawak.
Begitu juga terdapat satu rumah limasan roboh total dengan salah satu penghuni rumahnya mengalami luka. Sehingga dirawat di RSU Islam Cawas.
Evakuasi dampak puting beliung masih dilakukan pada Senin (13/10/2025). Salah satunya kediaman milik Rudi, 45, yang atap gavalumnya terbang.
”Kejadiannya itu kemarin tiba-tiba turun hujan terus sama angin sekira pukul 17.00. Lalu terdengar bahwa atap itu beterbangan, suaranya sangat kencang sekali. Saat kejadian saya sama istri dan anak di rumah,” ujar Rudi ditemui Radarsolo.com di lokasi, Senin (13/10/2025).
Rudi mengungkapkan, atap dari gavalum yang terbang itu membuat ruangan dapur dan gudang mengalami kerusakan pula.
”Saat itu saya tetap berada di dalam rumah karena posisinya hujan. Kalau angin kencangnya sendiri berlangsung lima menit. Ada rasa takut juga,” tambah Rudi.
Sementara itu, warga Desa Ceporan lainnya yakni Supini, 66, mengaku saat kejadian, kediamannya dalam keadaan kosong. Mengingat, dia bersama anaknya di luar rumah untuk membeli makan.
”Angin kencangnya juga cukup lama. Membuat kerusakan pada bagian atap dapur. Ada juga potongan-potongan gavalum di ruangan,” ujar Supini.
Camat Gantiwarno Veronica Retno Setyaningsih membenarkan terkait 18 rumah di Desa Ceporan yang mengalami kerusakan usai diterjang angin kencang. Begitu juga sejumlah pohon tumbang menimpa rumah hingga menutup akses jalan.
”Kemudian kita membersihkan rumah-rumah yang tertimpa pohon tumbang. Bekerja sama dengan Babinsa, Babhinkamtibmas, relawan desa dan kecamatan. Rata-rata kerusakan ya pada bagian atap yang tertimpa pohon tumbang,” ujar Retno.
Retno belum bisa memastikan sampai kapan penanganan terhadap rumah yang terdampak angin kencang dilakukan.
Mengingat ada beberapa rumah kosong yang juga tertimpa pohon tetapi belum terpantau sebelumnya.
”Sebenarnya juga terjadi di Desa Mlese juga, terdapat pohon tumbang tetapi tidak menimpa rumah. Hanya menutup akses jalan tetapi sudah kami tangani sehingga bisa dilintasi,” ujar Retno.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna menjelaskan, penanganan telah dilakukan terhadap puluhan rumah yang alami kerusakan di dua kecamatan tersebut. Mulai dari yang mengalami kerusakan ringan hingga roboh total.
”Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan dengan intensitas lebat dan disertai angin kencang,” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras