RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten menambah tiga unit puskesmas keliling (pusling) baru.
Kendaraan operasional tersebut didanai dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025.
Didistribusikan untuk Puskesmas Prambanan, Puskesmas Polanharjo, dan Puskemas Gantiwarno. Ketiga puskemas itu dipilih didasarkan pada urgensi peremajaan armada.
”Kami pilih tiga puskesmas ini karena memang pusling di sana pengadaan terakhirnya sudah sangat lama. Lebih dari 10 tahun,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten Nur Bandiyah saat ditemui Radarsolo.com, beberapa waktu lalu.
Nur menjelaskan, total anggaran pengadaan tiga unit pusling itu mencapai sekira Rp 900 juta. Sedangkan untuk harga setiap unitnya Rp 310 juta.
Melalui pengadaan itu bisa menggantikan unit pusling di masing-masing. Termasuk mampu mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarat. Khususnya dalam upaya promotif dan preventif.
”Keberadaan pusling ini yang akan menjangkau wilayah-wilayah. Misalnya untuk promosi kesehatan dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Jadi petugas puskesmas yang turun langsung ke masyarakat,” ujar Nur.
Dia menyebut fungsi pusling berbeda secara dasar dengan ambulans. Mengingat pusling lebih difokuskan pada kegiatan sosialisasi dan promosi kesehatan langsung di tengah masyarakat.
Untuk mendukung fungsinya, setiap unit pusling dilengkapi dengan sarana-prasarana promosi. Seperti mikrofon dan pengeras suara yang bisa dimanfaatkan ketika puskesmas melakukan penyuluhan atau menyampaikan pengumuman terkait kesehatan di desa-desa.
”Sebaliknya, ambulans difungsikan khusus untuk transportasi pasien darurat ke fasilitas rujukan,” ujar Nur.
Pengadaan tiga unit pusling itu merupakan bagian dari program peremajaan secara bertahap. Nantinya juga akan menyasar 34 puskesmas di Klaten. Kali ini menjadi tahun kedua dari peremajaan pusling tersebut.
”Tahun 2024 lalu ada pengadaan tiga unit dari dana alokasi khusus (DAK). Karena tahun ini kami tidak dapat DAK, maka dialokasikan dari DBHCHT,” tambah Nur.
Dalam dua tahun terakhir, setidaknya sudah ada enam unit pusling baru yang beroperasi. Pemkab Klaten berencana untuk terus menganggarkan pengadaan pusling pada tahun-tahun berikutnya. Hingga akhirnya seluruh puskesmas memiliki armada yang baru dan representatif.
”Dengan adanya puskesmas keliling yang baru ini, kami berharap puskesmas bisa semakin meningkatkan upaya kesehatan promotif dan preventif secara langsung kepada masyarakat,” ujar Nur.
Sebagai informasi, DBHCHT bidang kesehatan pada tahun ini totalnya mencapai lebih dari sekira Rp 12,6 miliar. Dialokasikan juga untuk pengadaan alat kesehatan, obat-obatan serta menunjang biaya pemeriksaan kesehatan yang tidak terkover oleh sumber dana lain. (ren/adi)
Editor : Adi Pras