Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rojolele Delanggu Klaten Terbang ke Museum Nasional Indonesia, Curi Perhatian di Kenduri Budaya Pangan Lokal Nusantara

Angga Purenda • Jumat, 17 Oktober 2025 | 02:02 WIB
Pendiri Sanggar Rojolele Delanggu saat menyerahkan beras rojolele kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Dokumentasi Sanggar Rojolele Delangggu)
Pendiri Sanggar Rojolele Delanggu saat menyerahkan beras rojolele kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Dokumentasi Sanggar Rojolele Delangggu)

RADARSOLO.COM - Aroma khas dan cita rasa pulen dari beras legendari asal Klaten yakni Rojolele Delanggu kini sampai di jantung ibu kota.

Warisan pangan kebanggaan masyarakat Delanggu itu tampil dalam gelaran Kenduri Budaya Pangan Lokal Nusantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta pada 13-19 Oktober 2025.

Seperti diketahui, acara Kenduri Budaya Pangan Lokal Nusantara sendiri menjadi ajang pertemuan para pejuang pangan dari seluruh Indonesia.

Berbagai komunitas adat, petani dan pelaku budaya berkumpul berbagi cerita. Begitu memperkenalkan kekayaan hayati nusantara dalam bingkai tradisi dan kearifan lokal.

Kehadiran padi dan beras unggulan itu di panggung nasional tersebut dimotori oleh Sanggar Rojolele Delanggu.

Partisipasinya dalam event itu menjadi sebuah pengakuan atas dedikasi dan konsistensi merekda dalam menjaga kelestarian varietas padi lokal.

Di sisi lain, Sanggar Rojolele Delanggu tak pernah lelah menggelar Festival Mbok Sri selama delapan terakhir.

Sebuah tradisi tahunan yang didedikasikan untuk menjaga eksistensi padi rojolele srinuk.

Hingga akhirnya dilirik oleh Direktorat Badan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat (BKMA) Kementerian Kebudayaan.

“Kemudian Sanggar Rojolele Delanggu dinilai lolos kurasi untuk acara Kenduri Pangan Lokal Nusantara yang diadakan di Museum Nasional Indonesa,” ujar Pendiri Sanggar Rojolele Eksan Hartanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/10/2025).

Lebih lanjut, bagi Eksan, kesempatan tersebut menjadi suntikan semangat baru untuk terus berjuang.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Kekerasan Psikis, Siswi SMK di Karanganyar Laporkan Enam Petugas Finance ke Polisi

Hal itu memastikan Padi Rojolele tidak lekang oleh waktu, khususnya di tanah kelahirannya, Delanggu.

“Para pengunjung banyak yang terkesan dengan padi dan beras Rojolele Delanggu. Apalagi bisa mengetahui langsung beras rojolele yang benar-benar dari Delanggu,” ujar Eksan.

Menariknya, puncak apresiasi datang dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat bertemu langsung dengan perwakilan Sanggar Rojolele.

Dalam momen hangat tersebut, Eksan menyerahkan secara simbolis beras Rojolele Delanggu kepada sang menteri sebagai komitmen bersama dalam pelestarian pangan lokal.

Pada kesempatan itu, Fadli zon menyambut baik inisiatif dari Sanggar Rojolele Delanggu.

Sekaligus menegaskan kembali pentingnya menjaga warisan leluhur. Menurutnya, pangan lokal bukan sekadar bahan makanan tetapi juga cerminan identitas.

“Sejalan apa yang dikatakan bapak Fadli Zon, bahwa pangan lokal akan mencerminkan jati diri bangsa. Maka itu, kami juga berharap beras rojolele akan mencerminkan jati diri kita sebaga bangsa Indonesia umumnya dan jati diri Delanggu khususnya,” ujar Eksan.(ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Sanggar Rojolele #klaten #beras rojolele #delanggu #fadli zon