Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Delapan Dekade Nenek asal Klaten Ini Tak Miliki KTP, Dimudahkan dengan Program Sambung Rasa

Angga Purenda • Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:55 WIB
Pelayanan administrasi kependudukan Disdukcapil Klaten dalam acara Sambung Rasa di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom. (Dokumentasi Diskominfo Klaten)
Pelayanan administrasi kependudukan Disdukcapil Klaten dalam acara Sambung Rasa di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom. (Dokumentasi Diskominfo Klaten)

RADARSOLO.COM – Usia senja tak menghalangi Jariyah, 83, warga Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten untuk mendapatkan hak administrasi kependudukannya.

Delapan dekade sudah dia hidup tanpa memiliki kartu tandak penduduk (KTP).

Hal itu berkat pelayanan yang hadir dalam kegiatan Sambung Rasa. Sebuah program inovasi dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam menyerap aspirasi masyarakat dan menghadirkan berbagai pelayanan di desa setempat pada Selasa (21/10/2025).

Kepemilikan KTP Jariyah, berawal dari inisiatif putrinya, Sri Suwarni yang hadir di Balai Desa Jungkare untuk mengurus pembaruan kartu keluarga (KK) ibunya bertepatan pada momen kegiatan Sambung Rasa.

Saat dilakukan pemeriksaan data di loket pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten, petugas menemukan kendala.

Mengingat data Jariyah ternyata nonaktif, karena yang bersangkutan belum pernah sekalipun melakukan perekaman e-KTP.

”Mbah Jariyah sendiri belum pernah punya KTP sama sekali dan datanya nonaktif,” jelas Petugas Pelayanan Disdukcapil Klaten Priyo Agung W atau yang akrab dipanggil Wowok, Selasa (21/10/2025).

Mengetahui kondisi itu, jajaran Disdukcapil Klaten langsung mengambil tindakan cepat dan responsif.

Mengingat kondisi Jariyah yang sudah lansia dengan aktivitasnya terbatas, sehingga petugas memutuskan untuk melakukan sistem jemput bola.

Berkoordinasi dengan RSUD Bagas Waras yang juga membuka layanannya dalam acara Sambung Rasa tersebut, maka diputuskan untuk mengerahkan ambulans.

Guna menjemput Jariyah dari kediamannya ke lokasi pelayanan disdukcapil di acara Sambung Rasa untuk melakukan perekaman e-KTP.

”Untuk perekaman atau prosesnya lancar dan data dari Jariyah bisa diaktifkan. Setelah ini bisa keluar KK dan e-KTP yang baru,” ujar Wowok.

Kehadiran Jariyah yang diantar jemput menggunakan ambulans untuk perekaman e-KTP menjadi bukti nyata. Bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui program Sambung Rasa bertekad memastikan setiap warga negara memiliki hak administrasi yang setara tanpa terkecuali.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan secara maksimal pelayanan yang dihadirkan di setiap program Sambung Rasa.

Seperti pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan dari RSUD Bagas Waras Klaten hingga perizinan dari Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

”Tidak perlu jauh-jauh ke kota. Karena pelayanan yang dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di daerah,” ujar Hamenang. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#karanganom #sambung rasa #klaten #ktp #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo