RADARSOLO.COM – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Top Pembina Pendidikan Kolaboratif dalam ajang Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025.
Penghargaan tersebut diterima sebagai apresiasi atas upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dalam mendorong sinergi berbagai pihak demi kemajuan pendidikan di Klaten.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Titin Windiyarsih di The Sunan Hotel Solo, Selasa (28/10/2025). Mengingat Bupati Klaten Hamenang berhalangan hadir karena tengah melakukan kunjungan kerja ke China.
Jawa Pos Radar Solo menilai Pemkab Klaten di bawah kepimpinan Hamenang-Benny telah berkomitmen dalam memajukan pendidikan melalui peningkatkan kesejahteraan guru.
Begitu juga penguatan inovasi melalui gelaran Gebyar Inovasi Pendidikan yang diadakan setiap tahunnya.
Selain itu, memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri lewat kesenian tradisional.
Seperti dukungan pemkab terhadap digelarnya Festival Kesenian Pelajar (FKP) yang sudah memasuki tahun ke-14.
Di bawah kepemimpinan Hamenang-Benny juga mampu mengolaborasikan berbagai pihak dalam mewujudkan pendidikan Klaten yang berkualitas.
Salah satunya melalui program Forkompimda Goes to School dengan memberikan materi terkait wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila pada siswa di sejumlah sekolah guna mendampingi generasi muda di Klaten menuju Indonesia Emas 2045.
Saat ditemui usai acara, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian prestasi yang diraih tersebut.
”Alhamdulillah, Kabupaten Klaten, saya mewakili Mas Bupati, mendapatkan penghargaan Top Pembina Pendidikan Kolaboratif. Tentu ini suatu prestasi yang luar biasa untuk Kabupaten Klaten, terkhusus untuk Mas Bupati,” ujar Benny.
Dia menekankan, penghargaan ini merupakan motivasi kuat bagi dinas pendidikan (disdik) dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kolaborasi pendidikan ke depan.
”Tentu menjadi pemacu kita ke depan, disdik dan juga Mas Bupati bersama saya untuk selalu meningkatkan kolaborasi pendidikan yang ada di Kabupaten Klaten, baik dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, maupun universitas,” jelasnya.
Terkait kolaborasi pada bidang pendidikan yang sudah berjalan di Klaten, Benny memaparkan bahwa Klaten telah menjalankan banyak program yang melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta instansi di luar pemerintahan.
Selain kolaborasi, Wabup Benny Indra Ardhianto juga menyoroti fokus utama dalam waktu dekat, yakni revitalisasi gedung-gedung sekolah.
”Untuk pendidikan Klaten tentu kita saat ini berfokus sesuai dengan program dari bupati, bahwasanya akan ada revitalisasi terkait dengan gedung-gedung yang ada di Kabupaten baik PAUD, TK, SD dan SMP yang menjadi kewenangan dari Kabupaten untuk segera diperbaiki,” katanya.
Dia menegaskan komitmen Pemkab Klaten dalam mencari dukungan dari pemerintah pusat untuk segera memperbaiki bangunan-bangunan yang dinilai sudah tidak layak.
”Kami tidak kurang-kurang untuk meminta support dari pemerintah pusat untuk segera memperbaiki. Revitalisasi bangunan-bangunan yang memang sudah tidak layak. Tentu dengan kenyamanan (ketika sudah diperbaiki) yang akan didapatkan oleh anak-anak kita sehingga kualitas pembelajaran menjadi lebih baik,” ujar Benny.
Di sisi lain, penghargaan yang diraih tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Klaten untuk semakin mencerdaskan generasi penerus.
Begitu juga memperkuat posisi Klaten sebagai daerah yang maju pada bidang pendidikan dalam semangat kolaborasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Solo Resita Rika Aryani menjelaskan Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025 menjadi wujud apresiasi kepada para insan pendidikan di Solo Raya.
Tetutama para pemimpin visioner, pendidik berdedikasi dan penggerak pendidikan yang terus menebar inspirasi.
Penilaian Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025 didasarkan pada kontribusi nyata para pelaku pendidikan. Mulai dari pemimpin yang visioner hingga pendidik di pelosok.
”Kami ingin memberikan apresiasi yang tulus kepada para pelaku pendidikan yang benar-benar bekerja, bukan sekedar berbicara. Kami menilai dari apa yang nyata, bukan dari laporan yang indah di atas kertas,” ujarnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras