RADARSOLO.COM – Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan nasional.
Dalam ajang Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025, PPTQ Ibnu Abbas Klaten berhasil meraih penghargaan bergengsi dengan kategori "Top Pesantren Tahfidz dan Akademik Terpadu".
Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda di The Sunan Hotel Solo, Selasa (28/10/2025), oleh Direktur Radar Solo–Jawa Pos, Resita Rika Aryani, dan disaksikan oleh para kepala daerah se-Soloraya.
Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, KH M. Uqbah Azis, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Radar Solo.
"Terima kasih atas apresiasi kepada pondok pesantren kami yang masuk nominasi sebagai top pesantren berdedikasi dari segi akhlak dan akademik," ujar KH M. Uqbah Azis.
Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas pondok untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan ke depan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari keberadaan PPTQ Ibnu Abbas Klaten," pungkasnya.
Buka Pendaftaran Santri Baru 2026/2027
Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten akan membuka penerimaan santri dan mahasantri baru (PSMB) untuk tahun ajaran (TA) 2026/2027.
Pendaftaran PSMB sendiri akan dimulai pada awal September 2025 lalu.
Berdasarkan data yang diterima Radarsolo.com, pendaftaran PSMB Ibnu Abbas Klaten akan dilakukan secara online melalui laman psb.ibnuabbasklaten.com.
Pendaftaran untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama Islam Terpady (SMPIT) dan Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) dimulai pada 1 September 2025.
Sedangkan untuk pendaftaran jenjang KMI, Kuttab dan Ma'had Aly akan dibuka pada 3 November 2025.
Ada pun proses tes seleksi PSMB Ibnu Abbas Klaten akan berlangsung pada 18-19 Oktober 2025.
"Kami membuka kuota pendaftaran dengan target 722 santri dan mahasantri. Rinciannya 320 santri SMPIT, 280 santri SMAIT, 72 santri Kuttab, 20 santri KMI dan 30 mahasantri Ma'had Aly," ujar Sekretaris PPTQ Ibnu Abbas Klaten Umarulfariq Abubakar, Kamis (21/8/2025).
Ia yakin kuota itu bisa terpenuhi dalam PSMB kali ini. Di sisi lain, PPTQ Ibnu Abbas Klaten juga telah menyiapkan sejumlah beasiswa bagi calon santri pendaftar.
Mulai dari beasiswa jalur akademik bagi peraih prestasi lomba OSN, FLS2N, OPSI setingkat provinsi atau diatasnya. Selain itu, juga ada beasiswa jalut tahfiz bagi calon santri yang hafal 30 juz dan diuji langsung oleh Muhafiz PPTQ Ibnu Abbas Klaten.
Ada juga program anak asuh urituk santri-santri berprestasi dan bagi kurang mampu secara finansial yang dikelola oleh ProZiS Ibnu Abbas Klaten,” tambahnya.
Umarulfariq menjelaskan, untuk jumlah santri PPTQ Ibnu Abbas Klaten pada 2025 sebanyak 1.950 santri. Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera dan Kalimantan.
Gabungan Kurikulum Diniyah dan Diknas
Ada pun metode pembelajaran di PPTQ Ibnu Abbas Klaten menggunakan beberapa kurikulum. Mulai dari kurikulum diknas sesuai standar nasional di seluruh SMP dan SMA di Indonesia.
Begitu juga materi pembelajaran agama sesuai standar Kemenag dan kurikulim pondok pesantren sesuai standar jaringan Islam terpadu (JSIT).
”Untuk di Ibnu Abbas sendiri, santri tidak boleh naik kelas dan lulus kecuali sudah memenuhi tiga kriteria yakni akademiknya terpenuhi sesuai standar diknas. Begitu juga dari segi akhlak tidak melanggar tata tertib dan tahfidznya lancar. Target lulus SMP bisa hafal 6 jux dan SMA 15 juz Al-Quran,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten KH Muhammad Uqbah Azis menambahkan bahwa dirinya optis bisa terpenuhi kuota pendaftatan PSMB 2026/2027.
Termasuk mendapatkan calon santri dan mahasantri sesuai dengan kualifikasi.
”PPTQ Ibnu Abbas Klaten mengedepankan tiga pilar utama pendidikan dan terintegrasi baik Al-Qurab, akademik dan akhlak. Seluruh santri dan mahasantri dididik dengan Al-Quran dan dibentuk dengan akhlak. Termasuk diperkuat dengan ilmu yang kokoh sehingga menjadi generasi Qurani yang unggul,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual saja. Tetapi juga memiliki kedalaman spiritual Islam dan akhlak yang kuat dengan berpedoman pada Al Quran dan As Sunnah.
Editor : Nur Pramudito