Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BPBD Bersama BNPB Cari Titik Sumber Air di Lereng Merapi

Angga Purenda • Sabtu, 1 November 2025 | 16:15 WIB
CEK LAPANGAN: Tim BNPB didampingi BPBD Klaten melakukan survei geolistrik di salah satu tanah kas desa di Kecamatan Kemalang, beberapa waktu lalu
CEK LAPANGAN: Tim BNPB didampingi BPBD Klaten melakukan survei geolistrik di salah satu tanah kas desa di Kecamatan Kemalang, beberapa waktu lalu

RADARSOLO.COM — Pemkab Klaten terus berupaya mencari solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih tahunan yang melanda sejumlah desa, khususnya di Kecamatan Kemalang yang berada di daerah lereng Gunung Merapi.

Baru-baru ini, Pemkab Klaten bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan eksplorasi air tanah.

Namun hasilnya belum sesuai harapan. Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna mengungkapkan, tim survei geolistrik dari BNPB telah mendatangi tiga desa yang mengalami kekeringan. Mulai dari Desa Sidorejo, Tlogowatu, dan Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang.

Survei dilakukan di tanah kas desa dengan diameter area yang disurvei sekira 30 meter.

Meskipun survei telah selesai dilakukan dan hasilnya telah keluar, Syahruna menyebut BNPB tidak merekomendasikan dilakukannya pengeboran sumur dalam di tiga lokasi tersebut.

“Ini belum tentu tidak ada potensi air, bisa jadi ada, tetapi potensi airnya kecil. Namun, yang pasti dari BNPB tidak merekomendasikan,” jelas Syahruna, Jumat (31/10). 

Meskipun rekomendasi pengeboran belum didapatkan, BPBD Klaten menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BNPB untuk langkah tindak lanjut.

Termasuk mengajukan opsi mengalirkan air dari sumber yang sudah ada di wilayah dataran lebih rendah.

Guna memperluas upaya eksplorasi sumber air, Pemkab Klaten kini juga menjalin komunikasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM.

"Metode geolistrik dari Badan Geologi ini bisa menyeluruh (jangkauannya lebih luas). Kami tetap upayakan solusi-solusi untuk mendapatkan sumber air. Kami masih berjuang untuk itu,” tambah Syahruna.

Sambil menunggu hasil eksplorasi lanjutan, Pemkab Klaten juga mengambil langkah-langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang sudah tersedia.

Salah satunya melalui sambungan PDAM baru. Direncanakan menyambungkan aliran air bersih untuk puluhan rumah di Desa Tlogowatu yang berbatasan dengan Desa Tangkil.

“Pemkab Klaten bekerja sama dengan Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terkait pengelolaan Sumber Bebeng di Cangkringan, Sleman. Sumber ini sudah dimanfaatkan sebagian warga Sidorejo bagian atas,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Lebih lanjut, Hamenang mengungkapkan, juga adanya dukungan corporate social responsibility (CSR).

“Nanti dari CSR Bank Jateng akan melakukan perbaikan pipa yang rusak, sehingga air bisa optimal mencapai rumah warga dan tidak ada kebocoran-kebocoran lagi,” ujar Hamenang.

Pemkab Klaten berharap krisis air bersih di wilayah lereng Merapi, khususnya Kemalang, dapat teratasi secara berkelanjutan.

Tentunya dengan langkah pencarian titik baru sumber air, optimalisasi sumber daya yang ada hingga perbaikan infrastruktur. (ren/nik)

Editor : Niko auglandy
#kekeringan #bnpb #tanah #bpbd