Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Tiga Desa di Klaten Diguyur Hujan Abu Tipis

Angga Purenda • Senin, 3 November 2025 | 23:31 WIB

Erupsi Gunung Merapi ke arah barat daya, Minggu (2/11/2025). (Dokumentasi Badan Geologi)
Erupsi Gunung Merapi ke arah barat daya, Minggu (2/11/2025). (Dokumentasi Badan Geologi)

RADARSOLO.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi telah menunjukan peningkatan dengan awan panas guguran yang terjadi beberapa kali.

Meski erupsi Merapi mengarah ke barat daya, tetapi arah angin bertiup ke timur menyebabkan wilayah Klaten terkena imbas berupa hujan abu tipis.

Berdasarkan info Badan Geologi, awan panas guguran terjadi pada Minggu (2/11/2025) pukul 11.04. Estimasi jarak luncur 2500 meter dengan Amplitudo max 59 mm durasi 279,5 detik.

Awan panas guguran juga terjadi pada Minggu (2/11/2025) pukul 11.11. Estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maksimal 50 mm dan durasi 236,4 detik.

Awan panas guguran kembali terjadi pukul 14.27 WIB mengarah ke barat daya. Jarak luncur 2.000 meter dengan max 27 mm dengan durasi 197 detik dan  arah angin ke timur. Hal itu yang membuat ketiga desa di Klaten sempat diguyur hujan abu tipis.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna membenarkan kondisi tersebut.T

urunnya hujan abu tipis di wilayah Klaten pada Minggu (2/11/2025) siang. Tepatnya di tiga desa di Kecamatan Kemalang yakni Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmuyo.

“Ini memang aktivitasnya erupsi masih tinggi. Memang masih siaga (Statusnya), tapi erupsinya ke arah barat daya tapi anginnya ke timur. Jadi kena hujan abu tipis di tiga desa,” ujar Syahruna, saat ditemui seusai rakor di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (3/11/2025).

Lebih lanjut, Syahruna menjelaskan, meski hujan abu yang terjadi tergolong tipis, tetapi BPBD Klaten segera mengalami langkah antisipatif. Guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat lereng Merapi.

“Tadi malam, tim BPBD sudah melakukan pemantauan dan penyaluran bantuan. Termasuk cek masker, drop masker dan bantuan logistik untuk melakukan ronda di sana (di tiga desa),” ujar Syahruna.

Syahruna memastikan bahwa stok masker di tiga desa berdampak hujan abu tipis masih tersedia. Namun untuk mengantisipasi peningkatan erupsi lebih lanjut, BPBD telah menambah stok masker.

“Kami harus mengantisipasi karena dengan peningkatan erupsinya. Kalau potensi banjir lahar dingin masih aman karena mengalirkan kea rah barat daya dan Magelang. Belum ada laporan dampak signifikan di Kemalang,” ujar Syahruna.

Syahruna menjelaskan, tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini berstatus siaga. Status itu ditetapkan sejak 5 November 2020.

Warga diminta tetap mematuhi rekomendasi yang diberlakukan dan memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi terkini dari laman resmi.

Ia juga meminta masyarakat tetap mematuhi rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta untuk tidak beraktivitas pada radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi.

“Tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana. Aturan itu masih berlaku dan harus dipatuhi,” tambah Syahruna.

Sementara itu, Kaur Perencanaan Pemdes Balerante Jainu membenarkan telah terjadi hujan abu tipis pada Minggu (2/11/2025). Tetapi tidak berdampak pada aktivitas masyarakat Balerante.

“Untuk hujan abunya paling hanya 1 menit atau 2 menit saja dirasinya. Karena terpengaruh arah angin juga kan,” ujar Jainu.

Jainu memastikan, warga tidak panik ketika terjadi hujan abu melanda desanya. Tetapi terus meningkatkan kewaspadaannya di tengah meningkatknya aktivitas Merapi. Termasuk menggiatkan siskamling, terutama yang berada di KRB III. (ren/adi)

 

 

Editor : Adi Pras
#klaten #gunung merapi #hujan abu #erupsi #Kemalang