Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hasil Pencarian Orang Hilang di Kalitalang Klaten: Motor Ditemukan Dekat Gardu Pandang, Korban Diduga Terpeleset hingga Terperosok di Ceruk Batu

Angga Purenda • Rabu, 5 November 2025 | 13:34 WIB
Proses evakuasi terhadap korban di kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. (Dokumentasi SAR Klaten)
Proses evakuasi terhadap korban di kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. (Dokumentasi SAR Klaten)

RADARSOLO.COM – Upaya pencarian seorang pria berinisial H, warga Manisrenggo, Klaten yang hilang selama empat hari sejak Jumat (31/10/2025) malam meninggalkan rumah akhirnya ditemukan pada Selasa (4/11/2025) siang.

Ditemukan pada ceruk batu dengan kedalaman sekira 5 meter pada kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Penemuan itu, berawal dari Hilangnya H yang terungkap setelah sepeda motor Vario milik korban ditemukan di sekitar area gardu pandang Ekowisata Kalitalang yang masuk dalam Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) pada Minggu (2/11/2025).

Sekretaris Desa (Sekdes) Pemdes Balerante Jainu menjelaskan bahwa sepeda motor milik ditemukan terparkir bukan di lapangan parkir resmi. Melainkan yang berdekatan Menara Pandang di kawasan wisata.

“Sekitar Pukul 19.00, sepeda motor tersebut dievakuasi oleh teman-teman Pokdarwis ke parkiran. Setelah itu, kami lakukan penyisiran Pukul 19.30 dari Pos 1 sampai dengan Pos 4. Ada juga menyisir melalui jurang-jurang,” jalas Jainu, Selasa (4/11/2025).

Namun penyisiran awal hingga Pukul 21.00 tidak membuahkan hasil. Maka itu pencarian dihentikan dan dilanjutkan keesokan harianya.

Hingga Senin (3/11/2925), setelah mennggu dan tidak ada seorang pun yang mencari atau mengambil sepeda motor.

Pihak desa pun memastikan pemiliknya menghilang sehingga melakukan koordinasi dengan Babinsa untuk melakukan pencarian data sepeda motor. Ditemukan bahwa motor itu milik H, warga Tanjungsari, Manisrenggo, Klaten.

Setelah menghubungi keluarganya, didapati konfirmasi bahwa Hermanto memang tela pergi dari rumah sejak Jumat (1/11/2025) malam.

Menindaklanjuti itu Pemdes Baalerante, Pokdarwis dan Polsek Kemalang mengadakan rapat koordinasi dan membuat laporan resmi orang hilang di Polsek Kemalang.

Terkait status korban di lokasi, Jainu menyebutkan bahwa H tidak terdeteksi sebagai pengunjung resmi karena dimungkinkan datang malam hari. Terlebih lagi membawa motor hingga ke atas.

"Kalau dia terdeteksi sebagai pengunjung, mestinya motornya tidak bisa naik sampai atas," tambahnya.

Operasi pencarian besar-besaran dilakukan pada Selasa (4/11/2025) yang dimulai Pukul 09.00.

Pihak terlibat yakni jajaran TNGM Seksi 2 Boyolali-Klaten, Pokdarwis, SAR Klaten, SAR DIY dan relawan desa.

Sementara itu, Wakil Komandan Operasi SAR Klaten Arfan Khairun menjelaskan bahwa informasi awal terkait hilangnya korban sudah diterima sejak malam sebelumnya.

“Banyak informasi masuk ke posko itu sejak kemarin malam. Jadi teman-teman relawan di Balerante, terus teman-teman relawan di atas. Mereka koordinasi terkait dengan penemuan sepeda motor Vario di dekat gardu pandang di Kalitalang,” ujar Arfan.

Operasi SAR melibatkan tim gabungan yang terbagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Satu SRU menyisir area sungai, dua SRU menyusuri jalur trekking Kalitalang dan satu SRU menyusuri aliran Sungai Woro di sebelah timur Kalitalang. Sementara relawan dari Jogja melakukan pencarian di wilayahnya.

Titik terang penemuan korban datang dari penggunaan pengamatan visual drone. Sekira Pukul 10.45 menangkap sebuah objek.

Kemudian dipastikan kembali objek tersebut pada Pukul 11.05 dan dipastikan itu korban berinisial H.

Ditemukan di alur Kalitalang, kurang lebih 100 meter dari lokasi penemuan sepeda motor.

“Korban ditemukan dalam posisi seperti orang duduk di cerukan batu dengan kedalaman sekira 5 meter dari tebing sungai. Mungkin terpeleset karena dari lokasi penemuan itu ada sepasang sandal di tengah tebing. Oleh keluarganya memang diyakini memang sandal korban,” ujar Arfan.

Pada sekira sandal tersebut, banyak semak dan ranting yang patang di atas tebing. Menguatkan dugaan bahwa korban tergelincir dari atas.

Saat ditemukan, korban dipastikan telah meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.

Ada pun proses evakuasi dilakukan dengan teknik hauling system menggunakan tali dan tandu serta dilakukan estafet oleh relawan.

Dalam operasi SAR tersebut melibatkan sekira 60 lebih personel gabungan. Mereka berasl dari berbagai elemen, termasuk kepolisian dan koramil. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #tim sar #Kalitalang #pendaki #Kemalang