Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Klaten Siaga Bencana: 1.100 Personel Gabungan Ikuti Apel Kesiapsiagaan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem dan Erupsi Merapi

Angga Purenda • Jumat, 7 November 2025 | 20:58 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat mengecek peralatan untuk penanganan kebencanaan di Alun-alun Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat mengecek peralatan untuk penanganan kebencanaan di Alun-alun Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Peralatan Kabupaten Klaten Tahun 2025 di Alun-alun Klaten, Jumat (7/11/2025).

Apel tersebut diikuti sekira 1.100 personel gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri hingga berbagai komunitas dan relawan kebencanaan.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang memimpin langsung apel tersebut. Kegiatan itu bertujuan untuk memastikan kesiapan Kabupaten Klaten dalam menghadapi potensi bencana yang tinggi. Terutama menjelang puncak musim hujan dan di tengah peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Menurut Hamenang, Klaten merupakan daerah yang memiliki kerawanan bencana yang kompleks.

Dia menyebutkan beberapa ancaman utama seperti aktifnya Gunung Merapi yang mulai meningkat dengan awan panas guguran sehingga perlu kewaspadaan tinggi.

"Klaten berada di daerah hilir sungai besar yang bermuara di Bengawan Solo, yang rentan menyebabkan banjir saat musim hujan. Di sisi lain juga ada lempengan gempa di bawah kita. Sehingga, ya memang kita ini daerah yang rawan bencana," ujar Hamenang.

Lebih lanjut, Hamenang berharap melalui kegiatan apel tersebut menjadikan kesiapan seluruh tim dapat ditingkatkan. Guna meminimalisir sekecil mungkin korban yang terdampak bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna menyampaikan bahwa kesiapsiagaan tersebut untuk menghadapai potensi ancaman bencana di wilayah Klaten.

Syahruna menyoroti dua ancaman utama yang membutuhkan kewaspadaan tinggi yakni bencana hidrometeorologi yang berdasarkan prediksi BMKG untuk puncak curah hujan terjadi pada Januari-Februari 2026.

"Selain itu, kita juga waspada masa pancaroba hingga Desember 2025 yang membawa ancaman seperti angin puting beliung, banjir dan tanah longsor," jelas Syahruna.

Lebih lanjut, peningkatan aktivitas Gunung Merapi juga menjadi perhatiannya.

Meskipun awan panas guguran mengarah ke barat daya tetapi angin ke arah timur sehingga tiga desa di Klaten sempat diguyur hujan abu tipis.

"Untuk Merapi beberapa hari ini meningkat (erupsi) ya. Kita harus meningkatkan kesiapsiagaan. Baik dari personelnya maupun dari segi peralatan semua," tegasnya.

Dalam upaya mengurangi risiko bencana, BPBD Klaten telah mengambil sejumlah langkah mitigasi yang berfokus antisipasi banjir maupun bencana lainnya.

"Pengurangan risikonya untuk kaitannya dengan banjir, mudah-mudahan nanti tidak terjadi luapan. Karena kita sudah antisipasi mitigasinya di Sungai Dengkeng di tahun 2025 ini, lima alat berat melakukan normalisasi," ungkap Syahruna.

Upaya lainnya, termasuk antisipasi di infrastruktur seperti perbaikan pintu air di Bendungan Tukuman.

Menurut Syahruna, terpenting jangan sampai telat dalam buka pintu air karena bisa memicu luapan.

"Terkait pencegahan pohon tumbang, sudah ada perintah dari Sekretaris Daerah (Sekda) agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pengecekan dan pemangkasan pada pohon-pohon yang rawan tumbang," tambah Syahruna. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#tanah longsor #klaten #erupsi merapi #banjir #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #siaga bencana #BPBD Klaten