Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Disperakim Klaten Luncurkan Si Fasum, Permudah Masyarakat Sewa Grha Bung Karno hingga Alun-alun: Ini Harga Sewanya

Angga Purenda • Rabu, 12 November 2025 | 22:09 WIB
Gedung pertemuan Grha Bung Karno (GBK) Klaten yang bisa disewa masyarakat untuk menggelar hajatan. (Angga Purenda/Radar Solo)
Gedung pertemuan Grha Bung Karno (GBK) Klaten yang bisa disewa masyarakat untuk menggelar hajatan. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) meluncurkan inovasi digital bertajuk Sistem Informasi Fasilitas Umum (Si Fasum).

Diluncurkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Pendapa Tirta Harapan, Kompleks Grha Bung Karno (GBK) Klaten pada Selasa (11/11/2025).

Inovasi tersebut hadir untuk mempermudah masyarakat dalam menyewa berbagai aset strategis milik Pemkab Klaten.

Seperti gedung pertemuan Grha Bung Karno (GBK), Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten dan Alun-alun Klaten.

Kepala Disperakim Klaten Muh. Anwar Shodiq menjelaskan, peluncuran Si Fasum ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Klaten.

”Si Fasum dihadirkan untuk menjemput kebutuhan dan mempermudah masyarakat dalam menyewa aset milik pemkab. Seperti GBK, Gedung Sunan Pandanaran RSPD dan Alun-alun Klaten. Masyarakat bisa mengecek minggu ini sudah kepakai atau belum,” ujar Shodiq, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut, Shodiq menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan calon penyewa untuk melihat jadwal ketersediaan aset secara real-time.

Selain itu, proses pembayaran juga dipermudah melalui kerjasama dengan Bank Jateng.

Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai layanan di Bank Jateng, memberikan fleksibilitas tanpa harus datang ke kantor.

Dia merincikan bahwa tarif sewa aset bervariasi tergantung pada jenis aset dan peruntukan kegiatannya.

Untuk gedung pertemuan GBK Klaten, terkait tarif sewanya mencapai Rp 25 juta. Dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti enam unit wisma untuk memudahkan pengguna dari luar daerah hingga halaman parkir yang luas.

”Ada juga ruang untuk rias bagi yang hendak menggelar hajatan di GBK. Sedangkan untuk tarif sewa dari Pendapa Tirta Harapan yang berada di Kompleks GBK lebih murah yakni Rp 5 juta. Mampu untuk menampung tamu undangan sekira 400 orang,” ujar Shodiq.

Sementara itu, untuk Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten yang berada di tengah Kota Klaten terkait tarif sewanya tergolong murah. Dikarenakan hanya Rp 7,5 juta untuk digunakan acara hajatan.

”Harganya lebih murah lagi jika digunakan untuk kegiatan sosial maupun keagamaan. Memang Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten ini paling diminati masyarakat sejauh ini,” ujar Shodiq.

Sedangkan bagi masyarakat yang hendak menyewa Alun-Alun Klaten untuk kegiatan komersial terkait tarif sewanya mencapai Rp 1 juta.

Meski begitu, terkait penggunaan Alun-alun Klaten selama ini lebih didominasi oleh kegiatan pemerintahan sehingga tak menerapkan tarif alias gratis.

Di sisi lain, kehadiran Si Fasum terbukti memberikan dampak positif pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Disperakim telah melampaui target PAD tahunan.

”Sampai saat ini, kita menyumbang PAD sekitar Rp1,1 Miliar. Dari target yang hanya Rp 700-an juta, kita sudah mencapai 125 persen,” jelas Shodiq.

Shodiq berharap, ke depan Si Fasum akan terus meningkatkan PAD serta menjamin pengelolaan aset yang transparan dan akuntabel. Terlebih lagi menunjukkan komitmen Pemkab Klaten dalam mengadopsi teknologi untuk pelayanan publik yang lebih efisien dan modern.

”Harapannya nanti PAD meningkat, pengelolaan kita secara transparan, akuntabel. Pada saat pemeriksaan kita juga bisa real time bisa. Memudahkan disperakim pada saat diaudit,” tandasnya. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #gedung sunan pandanara #Grha Bung Karno #DIPERKIM #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #alun-alun klaten