RADARSOLO.COM-Petani di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten kini dapat sedikit bernapas lega.
Serangan hama tikus yang selama ini menjadi penyebab utama petani gagal panen mulai terkendali.
Hal ini berkat penggunaan Trap Barrier System (TBS) yang merupakan program bantuan yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia.
Salah satu petani yang merasakan manfaatnya dari pemasangan TBS yakni Aris, 51, asal Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen.
Aris mengungkapkan serangan hama tikus selama setahun terakhir ini tergolong masif. Ia menceritakan bahwa sebelum dipasang TBS, serangan tikus sulit diatasi.
"Tapi semenjak dipasang TBS mulai berkurang serangannya. Kalau sebelumnya itu sampai membuat saya tidak panen selama dua tahun,” ungkap Aris yang memiliki lahan seluas 2.400 meter persegi ini, Jumat (14/11/2025).
Upaya penanggulangan hama secara mandiri yang dilakukan petani selama ini, seperti gropyokan hingga penggunaan racun tikus. Tetapi dinilai tidak efektif.
Setelah perangkat TBS mulai terpasang di sekeliling lahan sekitar tiga bulanan lalu, perubahan signifikan pun terjadi. Aris akhirnya bisa melihat hasil nyata dari tanaman padinya yang bisa tumbuh tanpa serangan hama tikus.
"Saya sendiri secara pribadi Alhamdulillah terima kasih sekali (atas bantuan TBS). Sebelum adanya TBS ini, kita sebagai petani kalau tanam kan tidak ada hasilnya," kata Aris.
Berkat TBS, panen perdana yang telah lama dinantikan pun akan segera tiba. Aris memprediksi, panen yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi.
TBS dinilai terbukti efektif menangkap populasi tikus di area sawah.
Baca Juga: Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sragen Turun
Dari satu perangkap saja, jumlah tikus yang tertangkap bisa mencapai sekira 15 ekor. Aris pun berharap agar program penanggulangan hama dengan menggunakan TBS dapat terus berlanjut.
"Harapannya ya kalau bisa ya seperti ini lagi (pemasangan TBS). Biar kami dapat hasilnya seperti ini," ujar Aris
Para petani di Candirejo kini optimis dapat memanen hasil jerih payah mereka setelah dua tahun terakhir harus berjuang melawan keganasan hama tikus.
Kehadiran TBS juga menjadi titik balik penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.
Seperti diketahui, permasalahan serangan hama tikus muncul saat kegiatan rembuk petani yang diadakan bersama para Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Ngawen.
Keluhan itu juga yang didengarkan langsung oleh PT Pupuk Indonesia.
"Dari keterangan para Ketua Gapoktan, mereka mengeluhkan gagal panen atau penurunan produktivitas. Faktor utamanya itu dikarenakan tikus," ujar Account Executive (AE) PT Pupuk Indonesia Kabupaten Klaten dan Boyolali Kurniawan Adi Candra.
Menanggapi keluhan tersebut, PT Pupuk Indonesia mengambil langkah proaktif dengan memberikan bantuan 10 titik TBS yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Ngawen.
Rinciannya adalah tiga titik di Desa Candirejo, tiga titik di Desa Manjungan, dan empat titik di Desa Tempursari.
"Sebelumnya kami lakukan sosialisasi di masing-masing desa dan akhirnya TBS sudah bisa terpasang di titik-titik tersebut," tambah Kurniawan.
Untuk memantau efektivitas program, PT Pupuk Indonesia turut mendampingi petani saat panen.
Sebuah kegiatan monitoring panen melalui metode ubinan juga baru saja dilaksanakan di Desa Candirejo. Hasilnya terbukti memuaskan.
“Hasil dari ubinan tersebut bisa mencapai 8,8 ton per hektar. Hasil tersebut dari pandangan kami cukup memuaskan," ujar Kurniawan.
Angka tersebut menjadi angin segar bagi petani. Sebelumnya, akibat serangan tikus, analisa usaha tani mereka seringkali tidak mencukupi.
Kini dengan adanya TBS, petani bisa panen dengan hasil yang jauh lebih baik.
Untuk saat ini, PT Pupuk Indonesia memfokuskan program pemasangan TBS di Kecamatan Ngawen. Hal ini untuk memudahkan proses monitoring, pendataan dan kontrol bantuan.
"Harapan kami, ketika sudah ada TBS ini, bisa diimplementasikan di Kabupaten Klaten. Supaya produktivitas pertanian bisa naik. Petani juga tidak khawatir bilamana ada serangan tikus," ujarnya.
Di sisi lain, program tersebut juga merupakan bentuk dukungan PT Pupuk Indonesia terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian nasional.
Begitu juga mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono