Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kamulyaning Tirta 2025: Lintas Iman Klaten Bersatu, Air sebagai Simbol Kerukunan Ekologis

Angga Purenda • Senin, 17 November 2025 | 01:46 WIB
Puncak acara Kamulyaning Tirta berupa kirab menuju sungai yang tidak jauh dari Vihara Bodhivamsa, Klaten Tengah untuk melaksanakan upacara fang shen. (Angga Purenda/Radar Solo)
Puncak acara Kamulyaning Tirta berupa kirab menuju sungai yang tidak jauh dari Vihara Bodhivamsa, Klaten Tengah untuk melaksanakan upacara fang shen. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebuah momen langka memadukan spiritualitas, ekologi dan keberagaman dengan menjadikan air sebagai simbol persatuan lintas iman di Kabupaten Klaten.

Acara itu dikemas bertajuk Kamulyaning Tirta 2025 dengan tema “Tirta Panguripan, Rukun Kang Nguripi: Tinjauan Ekoteologi” di Wisma Dhammaguna, Vihara Bodhivamsa, Klaten Tengah pada Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beriman (FKUB) Kebersamaan Klaten itu bukan sekadar ritual.

Melainkan gerakan spiritual-ekologis untuk merayakan Hari Toleransi Internasional. Sekaligus memperingati HUT Ke-27 FKUB Kebersamaan Klaten.

”Kegiatan ini kita lakukan bersama dalam rangka penghayatan spiritualitas kita yang dihubungkan dengan ekologi dan keberagaman,” ujar Ketua FKUB Kebersamaan Pendeta Wahyu Nirmala, Sabtu (15/11/2025).

Sebelumnya, dilakukan pengambilan air dari berbagai sumber dan unsur yang berbeda.

Kemudian disatukan dan didoakan oleh tokoh-tokoh lintas iman. Lantas mengembalikannya ke bumi melalui kegiatan Kamulyaning Tirta tersebut.

”Ini menggambarkan tentang kerja sama atau kebersamaan lintas iman untuk keberadaan bumi kita ini. Karena dengan mengumpulkan air dari berbagai sumber, dari masing-masing unsur, kemudian disatukan dan dikembalikan ke bumi,” jelasnya

Kegiatan dibuka dengan sambutan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Dilanjutkan dengan doa lintas iman yang dipimpin oleh pemuka dari masing-masing agama.

Doa bersama tersebut menjadi penegasan bahwa semua keyakinan memiliki tanggungjawab moral yang sama untuk menjaga kelangsungan sumber kehidupan. FKUB Kebersamaan Klaten menggandeng seluruh elemen agama untuk menempatkan air (tirta) sebagai jembatan dialog antariman.

”Air tidak mengenal perbedaaan agama, suku atau golongan. Ia mengalir memberikan kehidupan kepada semua makhluk. Inilah esensi toleransi yang kami wujudkan,”

Puncak acara Kamulyaning Tirta berupa kirab menuju sungai yang tidak jauh dari vihara untuk melaksanakan upacara fang shen (pelepasan kehidupan). Kegiatan itu dipimpin oleh Bhikku dan diikuti oleh Bupati Klaten Hamenang beserta pemuka agama lainnya.

”Keberagaman umat beragama di Klaten sungguh luar biasa. Tapi Alhamdulillah kita selalu bisa menjaga toleransi antar umat beragama,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #FKUB