RADARSOLO.COM - Tim Exalos Indonesia Regional Klaten berhasil mengevakuasi seekor ular kobra Jawa atau Naja Sputatrix beserta puluhan telurnya dari bawah lantai teras rumah seorang warga bernama Sarni di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Klaten pada Minggu (16/11/2025) Pukul 13.00.
Total ada sekira 40 butir telur kobra berhasil diangkat dari dua titik sarang yang berbeda.
Koordinator Exalos Indonesia Regional Klaten Raditya Saiful Fauzi yang akrab disapa Bolang menjelaskan, laporan keberadaan ular kobra itu Jawa itu diterima oleh timnya pada pukul 08.00.
"Namun kami menunggu share location dan foto penampakan ular yang kembali terlihat. Kebetulan saat laporan masuk, tim Exalos sedang di Bayat warga yang tergigit ular. Setelah mendapatkan kepastian lokasi dan foto, tim meluncur ke Juwiring,” jelas Bolang saat dikonfirmasi Senin (17/11/2025).
Ular ditemukan bersarang di bawah lantai teras belakang rumah warga. Bolang menjelaskan, fondasi teras tersebut mengalami retak (merekah) yang membentuk lubang. Lubang inilah yang menjadi akses masuk bagi ular kobra.
Setelah mendapatkan izin dari pemilik rumah, tim Exalos membongkar lantai teras yang berpotensi menjadi sarang. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
“Setelah kami bongkar, kami cek, ternyata ada satu sarang telur pertamanya. Jarak dari titik telur pertama sama yang kedua itu sekira 2 meter,” jelasnya.
Pada sarang pertama ditemukan dengan 23 butir telur. Sementara sarang kedua berisi sekira 18 telur.
Selain telur, tim juga mengevakuasi seekor ular kobra dengan panjang sekira 1 meter.
Proses penanganan evakuasi memakan waktu yang cukup lama sekira hampir dua jam.
Hal ini disebabkan tim harus membongkar sebagian teras yang memiliki luas sekira 5 meter. Total personel yang terlibat dalam evakuasi itu sebanyak lima orang.
Bolang menyebutkan ada beberapa cangkang telur lama yang sudah menetes.
Hal ini mengindikasikan bahwa kobra tersebut bersarang di lokasi yang sama sejak tahun sebelumnya.
Dalam proses evakuasi ular, tim menggunakan alat bantu seperti hook (pengait).
Mengingat ular kobra yang berada di dekat sarang atau telurnya cenderung lebih agresif dan galak. Exalos akan melakukan proses penetasan telur kobra tersebut.
“Untuk telur itu Insya Allah kami tetaskan dulu. Nanti kalau setelah menetas akan kami lepas, biarkan kembali ke alam, untuk menjaga ekosistem,” ujarnya.
Bolang mengimbau masyarakat terkait temuan ular yang belakangan ini meningkat.
Mengingat periode September 2025 hingga Maret 2026 merupakan musim ular mencari makan, kawin dan bertelur.
Untuk mencegah ular masuk ke permukiman dan rumah dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan pekarangan.
Menutup area yang berlubang atau berpotensi menjadi akses masuk ular.
Termasuk rutin membersihkan rumah dan mengepel lantai dengan cairan pembersih dan meletakan kapur barus pada area yang rawan menjadi jalur masuk.
“Kapur barus ini fungsinya untuk mencegah, bukan mengusir ular. Mengingat ular ini menangkap partikel bau di udara melalui lidahnya untuk mengikuti mangsa sehingga bau penyengat dapat menjadi penghalang awal,” ujar Bolang.(ren/adi)
Editor : Adi Pras