RADARSOLO.COM – Kabupaten Klaten menorehkan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards ke-9 tahun 2025. Dalam dua kategori yakni cenderamata serta olahraga dan petualangan.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang berlangsung di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (18/11/2025) malam.
Gerabah Melikan, Kecamatan Wedi meraih Juara 1 untuk kategori cenderamata. Sedangkan Jelajah Kampung Siluman Lereng Merapi, Kecamatan Kemalang juga meraih Juara 1 untuk kategori Olahraga dan Petualangan.
Penghargaan bergensi itu langsung diterima oleh Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto.
Benny mengaku rasa bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih oleh Kabupaten Klaten dalam API Awards 2025 tersebut.
”Alhamdulillah, berkat usaha dan dorongan dari penggiat pariwisata dan UMKM, Kabupaten Klaten mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Semua juara 1,” jelas Benny.
Benny menambahkan, pencapaian tersebut diharapkan menjadi momentum pendorong bagi sektor pariwisata dan UMKM di Klaten.
”Harapannya tentu Kabupaten Klaten semakin maju pariwisatannya dan UMKM semakin baik lagi,” ujar Benny.
Ditemui secara terpisah, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi panitia penyelenggara yang sudah memberikan kepercayaan juara pada dua kategori berbeda dalam API Awards 2025.
”Tentunya ini menjadi tambahan semangat kami dalam rangka agar ke depan pariwisata di Kabupaten Klaten lebih berkembang,” ujar Hamenang.
Seperti diketahui kerajinan gerabah yang dibuat di Melikan memiliki keunikan tersebut karena menggunakan tenik putaran miring sekira 40-50 derajat.
Berbeda pada umumnya yang posisinya data (putaran gerak). Teknik ini diciptakan untuk menghormati perempuan perajin di Melikan.
Posisi putaran miring memudahkan para perempuan yang kala itu mengenakan jarik atau kebaya untuk bekerja membuat gerabah tanpa harus mengubah posisi duduk atau pakaian.
Teknik Putaran Miring Gerabah Melikan telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2022.
Sedangkan untuk Kampung Siluman itu kini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Kawasan yang dahulunya dikenal sebagai perkampungan pendudukan tetapi terdampak erupsi Merapi pada 1930.
Kampung Siluman sendiri telah masuk kawasan hutan konservasi. Warga sekitar turut menjaga keasrian kawasan hutan di bekas perkampungan tersebut.
Salah satu upayanya melalui pendekatan seni dan budaya Kirab Pager Banyu yang rutin digelar setiap tahunnya.
Tujuan dari kegiatan tersebut yakni upaya konservasi dan merawat sumber air yang berada di kawasan tersebut. (ren/adi)
Editor : Adi Pras