Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jalan Kaki dari Ponpes di Yogyakarta, Santri Berusia 14 Tahun Ditemukan Menangis di Masjid Qolbun Syakur Prambanan Klaten

Angga Purenda • Senin, 24 November 2025 | 01:37 WIB
Jajaran Polsek Prambanan saat menangani remaja berusia 14 tahun di Masjid Qolbun Syakur, Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sabtu (22/11/2025)
Jajaran Polsek Prambanan saat menangani remaja berusia 14 tahun di Masjid Qolbun Syakur, Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sabtu (22/11/2025)

RADARSOLO.COM-Seorang remaja berinisial ARS, 14, berjalan kaki meninggalkan pondok pesantren (Ponpes) di Yogyakarta dan ditemukan dalam kondisi menangis serta kebingungan di pagar Masjid Qolbun Syakur, Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sabtu (22/11/2025) sore.

ARS meninggalkan ponpes, Sabtu (22/11/2025) sekira pukul 13.00 dan ditemukan petugas parkir Masjid Qolbun Syakur sekitar pukul 15.15.

Saat ditemukan, ARS duduk sendirian di area pagar masjid, sambil menangis dan tidak memberikan respons ketika diajak bicara.

Petugas parkir bernama Yusuf kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Prambanan sekitar pukul 17.15.

Setelah mencoba menenangkan ARS, remaja itu tetap tidak stabil kondisinya dan tidak mampu menyampaikan informasi mengenai dirinya.

"Dari sekitar pukul 15.00, sampai Kapolsek Prambanan datang, anak tersebut belum mau bicara. Baru bisa dibujuk setelah diberi kertas untuk menulis identitas dan alamat rumahnya," ungkap Yusuf, Minggu (23/11/2025).

Sementara itu, setelah mendapat laporan, Kapolsek Prambanan AKP Nyoto bersama Ka SPK dan dua anggota piket segera tiba di lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, polisi mendapati ARS masih belum mampu berkomunikasi secara verbal.

Polisi lantas mengambil pendekatan khusus dengan memberikan kertas dan buku kepada ARS.

Upaya tersebut berhasil, remaja itu akhirnya menuliskan nama lengkap serta alamat rumahnya di Jetis, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.

"Anak ini semula tidak mau bicara sama sekali. Dengan pendekatan perlahan, dia akhirnya mau menulis identitasnya dan kami bisa segera mengantarkannya pulang," jelas Nyoto.

Baca Juga: Dapat Suntikan Dana Bangub Jateng, Pemkot Solo Kebut Normalisasi Drainase Todipan Target 45 Hari Rampung

Setelah identitas dan alamat dikonfirmasi, personel Polsek Prambanan segera mengantar ARS kembali ke rumah orang tuanya.

Polisi memastikan remaja tersebut diterima oleh keluarganya dalam keadaan sehat dan aman.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun tindak kriminal. Kami duga, ARS mengalami kebingungan dan kelelahan setelah berjalan kaki cukup jauh dari Yogyakarta menuju Klaten," ujar Nyoto.

Nyoto memastikan bahwa tindakan yang diambil kepolisian telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Mulai dari menerima laporan, mengamankan anak, mengumpulkan informasi hingga mengembalikan anak ke pihak keluarga.

"Kami bersyukur anak ini bisa segera kembali ke keluarganya. Pelayanan seperti ini adalah komitmen kami terhadap masyarakat," ujar Nyoto. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#polsek prambanan #klaten #kebingungan #jalan kaki dari yogyakarta #masjid qolbun syakur #remaja menangis