RADARSOLO.COM- Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan manfaat bagi masyarakat terkait layanan kesehatan.
Program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tersebut memastikan para pesertanya bisa pulih dari sakit tanpa dibebani biaya pengobatan.
Salah satunya dirasakan oleh Hindiana Bela Fakta, 22, seorang mahasiswi yang harus berjuang melawan penyakit trombositopenia.
Sebuah kondisi di mana jumlah keping darah (trombosit) berada di bawah batas normal.
Trombositopenia dapat menghambat proses pembekuan darah. Kondisi itu menjadikan seseorang memerlukan penanganan serius.
Seperti yang dialami Bela pada 2023 yang mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan.
Ia merasakan sejumlah gejala, seperti demam tinggi, badan lemas dan mual yang tak kunjung sembuh. Sekalipun sudah memeriksakan diri ke puskesmas.
“Akhirnya ketika mendapat indikasi medis, saya diberikan rujukan ke RSUD Bagas Waras Klaten,” ujar Bela, Jumat (28/11/2025).
Lebih lanjut, Bela menjalani pemeriksaan dan cek laboratorium, dokter memastikan bahwa trombositnya rendah. Ia lantas segera menjalani rawat inap di rumah sakit.
Setelah diawat selama dua hari di rumah sakit, kondisi Bela berangsur membaik. Kini dirinya memasuki tahap pemulihan.
Sebagai peserta JKN, Bela mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pelayanan yang Ia terima.
Baca Juga: Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 Resmi Dikukuhkan, Jadi Penggerak Literasi JKN di Kalangan Milenial
“Selama dirawat di RSUD Bagas Waras Klaten, saya merasakaan pelayanan yang sangat baik dan penuh perhatian dari seluruh tim medis,” ujar Bela.
Bahkan kondisinya terus dipantau dengan sabar dan telaten oleh perawat setiap harinya.
Memastikan setiap perubahan dapat ditangani dengan cepat.
Kabar baiknya, kondisi trombosit Bela yang sebelumnya menurun, kini sudah mulai kembali normal.
Selain pelayanan medis yang prima, Bela juga memuji kemudahan proses administrasi di ruma sakit.
"Proses administrasi sangat mudah. Hanya dengan menunjukan KTP saja saya sudah bisa ditangani dengan baik. Saya ucapkan terima kasih kepada RSUD Bagas Waras,” ujar Bela.
Poin terpenting yang dirasakan Bela adalah kepastian finansial selama menjalani perawatan.
Sebagai peserta JKN, ia sama sekali tidak mengeluarkan biaya pengobatan sepeser pun.
Semua kebutuhan medis, mulai dari pemeriksaan, obat-obatan hingga tindakan telah sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Saya sebagai masih berstatus mahasiswa, merasa sangat terbantu oleh program JKN. BPJS Kesehatan benar-benar sangat membantu saya dan keluarga saya tidak perlu kebingungan lagi memikirkan biaya pengobatan. Dikarenakan semuanya suda ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ujar Bela.
Berkaca dari pengalamannya menjadi peserta JKN, Bela mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk mendaftarkan diri dari program yang digulirkan pemerintah tersebut. Termasuk memastikan kepesertannya aktif.
“Saya mengajak kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang belum terdaftar untuk segera mendaftar agar bisa merasakan manfaat dari BPJS Kesehatan. Untuk memberikan perlindungan jika sewaktu-waktu sakit, sehingga tidak perlu khawatir lagi karena sudah memiliki jaminan kesehatan,” ujarnya. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono