Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

2,9 Juta Kendaraan Diperkirakan Bakal Menyerbu Wilayah Trans Jawa-Sumatera saat Libur Nataru, Ini Kata Kakorlantas

Angga Purenda • Minggu, 30 November 2025 | 07:18 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat meninjau Jalan Tol Solo–Jogja di Gerbang Tol (GT) Prambanan, Klaten, Sabtu (29/11/2025).
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat meninjau Jalan Tol Solo–Jogja di Gerbang Tol (GT) Prambanan, Klaten, Sabtu (29/11/2025).

RADARSOLO.COM - Sekitar 2,9 juta kendaraan diperkirakan keluar dari Jakarta menuju wilayah Trans Jawa dan Sumatera pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Hal itu diungkapkan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat meninjau Jalan Tol Solo–Jogja di Gerbang Tol (GT) Prambanan, Klaten, Sabtu (29/11/2025) siang.

Kunjungan ini merupakan bagian dari survei awal kesiapan Operasi Lilin yang akan digelar untuk mengamankan arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Dalam kunjungannya, Agus didampingi jajaran Ditjen Perhubungan Darat dan Direktur Utama Jasa Raharja.

Fokus pengecekan meliputi kesiapan ruas jalan, fasilitas rest area, hingga skenario pengurai kemacetan di titik-titik rawan.

Prediksi 2,9 Juta Kendaraan ke Trans Jawa–Sumatera

Agus menyebut, pergerakan kendaraan secara nasional selama Nataru diprediksi sangat tinggi.

Sekitar 2,9 juta kendaraan diperkirakan melintas menuju wilayah Trans Jawa dan Sumatera pada arus mudik.

Sementara arus balik mencapai 2,8 juta kendaraan hingga 4 Januari 2026.

“Selisih proyeksi keluar dan masuk terjadi karena sebagian masyarakat belum kembali ke Jakarta setelah Operasi Lilin selesai. Kami prediksi arus balik signifikan terjadi dua minggu setelah operasi,” ujarnya.

Exit Prambanan Diprediksi Jadi Titik Padat

Dalam tinjauan tersebut, Agus menyoroti ruas Tol Solo–Jogja segmen Banyudono–Klaten–Prambanan sepanjang 30 km.

Menurut dia, Exit Tol Prambanan Klaten kemungkinan menjadi titik tumpuan utama kendaraan menuju Yogyakarta, sehingga rawan penumpukan arus.

Daerah yang paling berisiko mengalami kepadatan ialah Bogem, Kalasan, Kabupaten Sleman, yang merupakan pertemuan arus utama dari arah Prambanan.

“Untuk mengurai kepadatan, arus kendaraan akan dialihkan ke sisi selatan (Piyungan) dan utara (Prambanan). Polda DIY, Satlantas Polres Klaten, serta Jasa Marga akan berkolaborasi mengelola pertemuan arus ini,” jelas Agus.

Dengan skenario rekayasa lalu lintas tersebut, kondisi arus kendaraan di wilayah Solo Raya hingga Yogyakarta diperkirakan tetap terkendali sepanjang libur Nataru.

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Selain fokus pada potensi kepadatan, Kakorlantas juga menyiapkan skenario kontijensi untuk menghadapi cuaca ekstrem, termasuk kemungkinan longsor, banjir, atau kerusakan jembatan pada jalur non-tol.

“Kami sudah berdiskusi dengan Jasa Marga. Untuk jalur tol aman, tetapi jalur lain berpotensi terdampak cuaca ekstrem,” ujarnya.

Agus menyampaikan harapannya agar perjalanan masyarakat saat libur Nataru dapat berjalan aman dan nyaman.

“Semoga masyarakat bisa merayakan Natal dengan gembira. Perjalanan aman, lalu lintas lancar dengan semangat ‘Nataru Aman, Lalu Lintas Lancar,’” tuturnya.(ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Agus Suryonugroho #pergerakan kendaraan #nataru #libur nataru #tol solo-jogja #kakorlantas