Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Libur Nataru, Tol Solo-Jogja Hanya Beroperasi Sampai Exit Prambanan Klaten: Diprediksi Capai 31 Ribu Kendaraan

Angga Purenda • Senin, 1 Desember 2025 | 21:58 WIB
Gerbang tol Prambanan, Kabupaten Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Gerbang tol Prambanan, Kabupaten Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) memastikan bahwa operasional Jalan Tol Sol-Jogja untuk musim libur Natal Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 hanya dibuka hingga Gerbang Tol (GT) atau exit tol Prambanan Klaten.

Keputusan itu diambil, mengingat ruas tol segmen Prambanan, Klaten-Purwomartani, Kabupaten Sleman, Daerh Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 12 Km belum dapat dibuka secara fungsional.

Hal itu ditegaskan Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja-Solo Pristi Wahyono saat ditemui di GT Prambanan Klaten pada Sabtu (29/11/2025).

Dia menjelaskan, saat ini masih ada bagian yang dalam masa konstruksi. Terutama sepanjang 2 Km.

“Saat ini memang masih dalam masa konstruksi sepanjang 2 Km. Sementara untuk pekerjaan main road-nya itu antara 10 Km sudah selesai. Walaupun masaih menyisakan untuk fasilitas jalan tol, rambu-rambu dan sebagainya,” jelas Pristi.

Pristi menambahkan, secara prinsip, JMJ berkomitmen mendukung program pemerintah untuk kelancaran arus mudik dan balik saat libur Nataru maupun Lebaran tahun depan.

Terlebih lagi ruas tol dari Banyudono hingga Prambanan sendiri sudah beroperasi sejak Juli lalu.

Terlebih lagi, untuk momen Nataru yang sudah di depan mata akan menjadi fokus JMJ untuk fokus menggunakan exit tol di Prambanan.

JMJ menyakini, meski hanya sampai Prambanan, operasional penuh exit tol Prambanan dinilai masih bisa menampung volume lalu lintas Nataru. Diprediksi tidak sebesar volume saat Lebaran.

“Diprediksi puncak volume kendaraan yang melintasi Jalan Tol Solo-Jogja pada Nataru kali ini mencapai sekira 31.000 (dalam satu hari) kendaaran lebih. Sementara itu, volume lalu lintas harian normal berada di kisaran 20.000 kendaraan (per hari),” ujar Pristi.

Lebih lanjut, dengan dibukanya operasional hanya sampai Prambanan, JMJ telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Khususnya Dirlantas DIY, terkait potensi kemacetan di jalan setelah pengguna tol keluar.

Titik kemacetan diprediksi berada di beberapa lokasi seperti simpang tiga SGM Prambanan, Prambanan (arah Piyungan) dan Bogem, Sleman.

Maka itu, pihaknya memerlukan dukungan dari kepolisian lalu lintas untuk dilakukan rekayasa lalu lintas dan penarikan guna mengurangi kemacetan di titik-titik tersebut.

Selain itu, yang menjadi perhatian JMJ yakni ruas tol segmen Prambanan-Purwomartani sekitar 12 Km tersebut.

Mengingat ditargetkan bisa dioperasikan secara fungsional saat arus mudik dan balik Lebaran.

Terkait rencana fungsional hingga Jogja saat Lebaran tahun depan, Pristi menyampaikan bahwa masih ada catatan penting yang harus dipenuhi.

Yaitu memastukan u-turn atau putar balik di Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY harus sudah berfungsi.

“Dimungkinkan nanti Lebaran ini kita fungsionalkan sana, tetapi tadi disampaikan juga oleh Pak Dirlantas DIY bahwa kalau mengoperasikan sana nanti memang harus diyakini u-turn yang di Kalasan itu harus sudah jadi,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho melakukan peninjauan Jalan Tol Solo-Jogja di Gerbang Tol (GT) Prambanan, Klaten, Sabtu (29/11/2025).

Ia mengungkapkan, proyeksi pergerakan kendaraan secara nasional yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera diprediksi mencapai 2,9 juta kendaraan. Sedangkan untuk arus balik diproyeksikan 2,8 juta hingga 4 Januari 2026.

Diprediksi Exit Tol Prambanan Klaten akan menjadi tumpuan utama kendaraan yang keluar menuju Yogyakarta.

Maka itu ada potensi penumpukan di titik pertemuan arus di Prambanan yang masuk ke Jogja. Terutama di daerah Bogem, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY.

"Untuk strategi penguraiannya, arus akan dikelola dengan mengalihkan kendaraan ke sisi Selatan (Piyungan) dan Utara (Prambanan) untuk menghindari penumpukan di Bogem. Polda DIY, Satlantas Polres Klaten dan Jasa Marga akan berkolaborasi untuk mengelola pertemuan arus ini," ujar Agus. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#natal #klaten #exit tol prambanan #tahun baru #libur nataru #tol solo-jogja