Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wamentan Sudaryono Dorong Empat Kali Panen Padi Setahun di Klaten, Kunci Ada di Mekanisasi

Angga Purenda • Selasa, 2 Desember 2025 | 01:53 WIB
Wamentan Sudaryono (tengah) saat menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok petani di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Senin (1/12/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Wamentan Sudaryono (tengah) saat menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok petani di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Senin (1/12/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengunjungi Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Klaten pada Senin (1/12/2025).

Ia menyampaikan target untuk luas tambah tanam (LTT). Yakni meningkatkan frekuensi panen padi menjadi empat kali dalam setahun.

Seperti diketahui, untuk luas baku sawah (LBS) di Kabupaten Klaten mencapai 30.071 hektare. Kemudian mendapatkan target dari pemerintah pusat untuk LTT padi pada tahun 2025 sebanyak 90.213 hektare.

Sedangkan pencapaian LTT padi hingga November 2025 sudah lebih dari 90 persen dari target.

”Orang yang panennya tiga kali dalam setahun, bagaimana tiga setengah, syukur-syukur empat kali panen dalam setahun. Apakah bisa? Bisa, yaitu dengan percepatan tanam, percepatan panen,” ujar Sudaryono ditemui seusai acara panen raya dan percepatan tanam di Desa Karangwungu.

Lebih lanjut, menurut Sudaryono, percepatan itu tidak mungkin dilakukan dengan cara manual atau masih tradional. Mengingat kuncinya terletak pada adopsi mekanisasi dan inovasi benih berumur pendek.

“Yang diperlukan itu apa? Supaya cepat tanam dan cepat panen, ya alat. Karena enggak mungkin pakai manual,” ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan, alur kerja yang memungkinkan emapt kali panen padi dalam setahun. Yakni melaksanakan panen cepat menggunakan alat mesin pertanian sehingga bisa menyelesaikan panen dalam satu hari.

Kemudian dilanjutkan dengan olah tanah cepat yang diselesaikan dalam satu hari. Sedangkan pada hari berikutnya dilakukan tanam cepat yang selesai dalam satu hari.

Selain mekanisasi, Kementerian Pertanian (Kementan) juga fokus pada inovasi benih padi yang berumur pendek.

“Yakni sekira 75 hari hingga 80 hari. Dari umumnya 90 hari, itu kira-kira,” tambahnya.

Di sisi lain, melihat adanya peluang besar yang bisa ditangkap oleh para petani. Lewat menanam dan memanen lebih banyak dalam setahun, secara otomatis pendapatan petani juga akan meningkat. Begitu juga peningkatan kesejahteraannya.

Sudaryono mengharapkan, di balik program percepatan tanam tersebut bisa mendongkrak ekonomi nasional.

"Kalau produktivitas tinggi berarti produktivitas nasionalnya tinggi. Kalau produktivitas nasionalnya tinggi berarti kan GDP-nya naik dan pertumbuhannya naik. Ekonominya berputar baik." ujar Sudaryono.

Di sisi lain, dengan percepatan tanaman menjadikan meningkatnya kesejahteraan petani. Menurutnya, dari produktivitas tinggi maka petani dinilai bisa lebih sejahtera.

Pemerintah berkomitmen untuk mendukung petani dengan memberikan berbagai stimulant. Termasuk pemenuhan pupuk, perbaikan harga jual untuk meningkatkan pendapatan dan mekanisasi.

Ia menekankan bahwa hasil panen yang melimpah adalah tolak ukur utama bagi kesejahteraan petani.

“Kuncinya itu, kalau orang tani, wis pokok panenan akeh (sudah pasti panennya banyak). Kalau panennya banyak berarti untungnya ada lebih banyak,” ujar Sudaryono.

Menjawab tantangan dari Wamentan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyatakan kesiapannya untuk mendukung program percepatan tanam yang dicanangkan oleh Kementan.

Klaten kini menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) secara signifikan dari tahun ke tahun, dengan harapan mencapai empat kali panen dalam setahun (IP 4.0).

Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto mengungkapkan, saat ini Klaten tengah berupaya keras untuk mencapai target tersebut.

"Saat ini indeksnya sudah naik dari tahun 2024 yang 2.6, kita targetkan di tahun ini bisa 3.0. Tadi ditarget juga ke depan bisa di angka 4.0," jelas Wakil Bupati Benny.

Secara umum, rata-rata petani di Klaten saat ini masih menerapkan tiga kali panen dalam setahun (IP 3.0). Peningkatan menuju IP 4.0 berarti Klaten harus mampu mengoptimalkan lahan sehingga bisa ditanami dan dipanen empat kali dalam 12 bulan.

Di sisi lain, Benny tidak menampik adanya tantangan dalam mencapai target empat kali panen tersebut. Kendala utama yang harus diatasi infrastruktur pendukung.

"Tentunya yang pertama akan kita lakukan sosialisasi, yang kedua infrastruktur. Kita perlu adanya bantuan dari pusat itu terkait dengan bibit dan juga dari irigasi tersier maupun yang sekunder," tegasnya.

Diharapkan, jika infrastruktur irigasi sudah berjalan dengan baik dan ketersediaan air terjamin, target IP 4.0 dapat tercapai. Peningkatan IP menjadi target bertahap. Jika target IP 3.0 berhasil dicapai pada tahun ini, Klaten menargetkan IP terus meningkat. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#panen #klaten #wamentan sudaryono #karangdowo #petani #Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto