Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sinergi Wakil Rakyat, Pemuda Tani, dan Guru TK Rancang Program Penghijauan Berbasis Edukasi Anak

Angga Purenda • Kamis, 4 Desember 2025 | 00:35 WIB
Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budhi Hartanto serahkan bibit tanaman buah kepada guru TK di Klaten.
Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budhi Hartanto serahkan bibit tanaman buah kepada guru TK di Klaten.

RADARSOLO.COM – Upaya menyatukan visi filosofis tentang masa depan lingkungan di Indonesia dimulai di Balai Desa Tawangrejo, Bayat, Klaten, pada Selasa (2/12/2025).

Forum ini menyatukan pembuat kebijakan, komunitas pertanian muda, dan pendidik anak usia dini untuk merancang program penghijauan yang berbasis edukasi anak.

Hadir dalam pertemuan tersebut Budhi Hartanto, Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. Budhi membawa perspektif bahwa program kehutanan harus memiliki keterhubungan langsung dengan sekolah karena pemahaman makna pohon paling efektif ditanamkan pada usia dini.

Ketua Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Tengah Heriwanto menjelaskan, kelompoknya memilih pohon kelengkeng sebagai fokus program penghijauan. Menurut kajian agronomis, kelengkeng memiliki karakter ramah anak: mudah tumbuh, visualnya menarik, dan buahnya memberikan pengalaman belajar yang konkret.

"Inilah yang dalam literatur pendidikan lingkungan disebut tangible ecological reward, yaitu penguatan lingkungan melalui pengalaman nyata yang bisa dinikmati anak," ujar Heriwanto.

Perspektif dunia anak usia dini diperkuat oleh Ketua Persatuan Guru TK Pertiwi Parijati. Mengutip teori perkembangan, usia prasekolah adalah fase pengembangan inisiatif yang tinggi, sehingga kegiatan sederhana seperti menyiram tanaman dapat membentuk karakter tanggung jawab jangka panjang.

Sinergi Komisi IV DPR RI, Pemuda Tani, dan guru TK  menghasilkan konsep program yang matang. Sekolah-sekolah TK dan KB di Bayat nantinya akan menjadi ruang praktik bagi konsep ekoedukasi.

Aktivitasnya akan meliputi proyek "Aku Merawat Kelengkengku" dan pencatatan pertumbuhan batang oleh siswa. UNESCO (2023) mencatat bahwa kegiatan berkebun semacam ini terbukti meningkatkan empati, disiplin, dan regulasi emosi anak sebesar 15–20 persen.

Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan bahwa gerakan ini akan menjadikan Bayat sebagai kecamatan yang memulai penghijauan dari ruang kelas TK, memastikan masa depan hijau Indonesia tumbuh dari halaman kecil sekolah. (ren/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Penghijauan #tani #hkti #guru #komisi iv dpr ri