RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Total ada 5.000 paket sembako murah yang disiapkan untuk lima kecamatan di Klaten.
Kali ini kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Wonosari, Rabu (3/12/2025).
Sebanyak 1.000 paket sembako murah disediakan. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo secara simbolis menyerahkan paket sembako murah kepada perwakilan penerima.
Bupati Hamenang menyampaikan pasar murah tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten. Terutama setiap kali jelang akhir tahun dan Lebaran.
”Harapan kami, dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Khususnya yang memang benar-benar membutuhkan,” ujar Bupati Hamenang.
Menurut Hamenang, pada momen akhir tahun, harga kebutuhan pokok biasanya mengalami peningkatan.
Maka itu, subsidi dari pemerintah daerah dinilai perlu untuk menjaga kemampuan belanja warga.
”Kemudian kami rasa perlu ada subsidi dari pemerintah agar kemudian warga tidak turun kemampuan untuk spending-nya atau daya belinya. Sehingga kemudian kami rasa perlu ada subsidi dari pemerintah agar kemudian warga masyarakat tidak turun kemampuan untuk spending-nya atau daya belinya,” jelasnya.
Selain itu, melalui paket sembako murah tersebut bisa menjaga stabilitas harga di Kabupaten Klaten jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala DKUKMP Klaten Anang Widyatmoko menjelaskan, pasar murah terbagi dalam beberapa titik atau eks tubub di lima kecamatan.
Meliputi Kalikotes, Kemalang, Jatinom, Wonosari dan Trucuk dengan masing-masing 1.000 paket. Sehingga total terdapat 5.000 paket sembako.
Setiap paket sembako yang ditebus murah oleh masyarakat itu berisikan 2 kilogram (kg) beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng dan empat bungkus mi instan.
Anang mengungkapkan, harga normal paket itu di pasaran sekira Rp 100 ribu. Tetapi warga hanya perlu membayar Rp 10.000 per paket.
”Untuk mendapatkan paket sembako murah ini, warga diwajibkan membawa fotokopi KTP, kupon yang telah dibagikan oleh pemerintah desa dan uang tunai Rp 10.000,’ ujar Anang.
Sementara itu, salah satu warga yang mendapatkan paket sembako murah, Fitria, asal Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari mengungkapkan kegembirannya.
”Harganya sangat murah sekali dan terjangkau daripada beli di pasar. Dapat beras, minyak, gula dan mie instan. Kalau di pasaran harganyaa seharusnya sekira Rp 100 ribu, tapi kalau di sini cuma Rp 10.000 aja,” ujar Fitria. (ren/adi)
Editor : Adi Pras