RADARSOLO.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso secara resmi melepas ekspor produk adonan roti dari PT Juara Roti Indonesia (Roti Ropi), Delanggu, Klaten ke Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (5/12/2025).
Budi sempat mengapresiasi perjalanan Roti Ropi yang dimulai dari mimpi seorang pelaku UMKM kini berhasil menembus pasar internasional.
Terlebih lagi ekspor ke UEA menjadi salah satu bukti keberhasilan strategi menggunakan sistem waralaba (franchise) di luar negeri sebagai jalan masuk pasar global.
Mendag menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh memfasilitasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar bisa ekspor.
”Kita punya program UMKM Bisa Ekspor. Apalagi kita punya perwakilan atase perdagangan, ada Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri yang siap membantu,” jelas Budi, Jumat (5/12/2025).
Dia menyebut program tersebut tidak membatas eksportir hanya dari kota besar. Bahkan para pelaku UMKM yang ada di desa siap dibantu oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bisa ekspor.
Budi menyampaikan data per Januari-Oktober 2025, pelaku UMKM yang mengikuti program pemerintah tersebut telah mencatatkan transaksi ekspor senilai Rp 130,4 juta US Dollar atau setara sekira Rp 2,1 triliun.
Direktur PT Juara Roti Indonesia (Roti Ropi) Ahmad Reza menjelaskan, pelepasan ekspor kali ini merupakan adonan roti yang akan diterbangkan menggunakan pesawat.
Volume adonan roti yang dikirim secara rutin yakni sekira 1 ton hingga 2 ton per bulan senilai Rp 100 juta.
”Ini adalah ekspor adonanan roti ke UEA yang ke 15 kalinya. Saat ini Roti Kopi telah memiliki empat gerai di UEA, berlokasi di mal. Lewat ekspor ini jadi membuktikan validasi bahwa produk dari desa pun bisa dinikmati masyarakat internasional,” ujar Ahmad.
Di sisi lain, Ahmad menegaskan, ekspor tersebut membuktikan bahwa UMKM dari daerah Klaten memiliki kualitas produk yang mampu bersaing di kancah global.
Baca Juga: Inspektorat Karanganyar Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran Seleksi Perangkat Desa di Ngringo
Roti Ropi pun juga sedang dalam proses untuk ekspansi ke negara lain seperti Maroko, Somalia, dan India.
Sementara itu, di dalam negeri sendiri, usaha roti beraroma kopi itu sudah hadir di 73 lokasi. Khususnya pada rumah sakit yang ada di Sumatera, Jawa hingga Bali. Memang untuk pasar dalam negeri, konsumen yang disasar adalah pengunjung rumah sakit.
”Kenapa di rumah sakit, karena pertama pengunjung silih berganti. Yang kedua, bisa merubah aroma rumah sakit jadi wanginya roti dan kopi,” ujar Ahmad.
Konsep yang diusungnya itu membuat pasien dan pengunjung merasa seperti berada di mall saat di rumah sakit. Ada pun harganya dibanderol mulai Rp 8.000- Rp 10.000,” ujar Ahmad. (ren/adi)
Editor : Adi Pras