Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Klaten Sering Dijadikan Lokasi Syuting, Bupati Hamenang Dorong Sineas Muda Klaten Tembus Pasar Film Indonesia

Angga Purenda • Jumat, 12 Desember 2025 | 15:45 WIB
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri acara yang digelar Kemenekraf di salah satu bioskop di Klaten
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri acara yang digelar Kemenekraf di salah satu bioskop di Klaten

RADARSOLO.COM - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI menggelar acara bertajuk Bicara Film: Merayakan Kearifan Lokal Lewat Sinema di salah satu bioskop di Klaten pada Kamis (11/12/2025).

Dihadiri langsung oleh Direktur Film, Animasi dan Video Kemenekraf Doni Setiawan dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong sineas-sineas muda daerah agar tidak hanya menghasilkan film berkualitas.

Tetapi juga mampu menembus pasar komersial, menjadikannya penggerak baru bagi perekonomian lokal dan nasional.

Bupati Hamenang menyambut baik inisiatif Kemenekraf tersebut.

Ia berharap acara edukasi serta talkshow itu dapat menambah semangat para sineas muda di Klaten, khususnya untuk terus berkarya.

"Harapan kami, tentu dengan adanya acara ini ke depan menambah kesemangatan dari sineas-sineas Kabupaten Klaten. Harapannya agar membuat karya yang berkualitas. Idealisnya dapat, tapi juga bisa masuk pasar," ujar Bupati Hamenang.

Lebih lanjut, Hamenang juga optimistis bahwa industri kreatif, khususnya perfilman, akan tumbuh pesat di Klaten.

Mengingat beberapa tahun terakhir, Kabupaten Klaten telah sering menjadi lokasi syuting film.

Salah satunya di Pabrik Gula Gondang Winangoen yang sudah tidak beroperasi.

Di sisi lain, Ia menegaskan cita-cita Klaten sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri perfilman yang berbasis kearifan lokal.

"Tinggal bagaimana ke depan sineas-sineas Klaten ini juga bisa bikin film sendiri yang kemudian bisa masuk pasar," ujar Hamenang.

Sementara itu, Direktur Film, Animasi dan Video Kemenekraf Doni Setiawan menyatakan bahwa industri perfilman Indonesia sedang tumbuh positif.

Maka itu perlu didorong oleh potensi dari daerah.

"Industri sinema kita tidak hanya didorong oleh Jakarta, tapi juga harus didorong oleh teman-teman dari daerah. Dikarenakan potensi-potensi daerah ini harus kita kembangkan," ujar Doni.

Klaten dipilih sebagai kota ketujuh dalam rangkaian kegiatan dari Kemenekraf tersebut karena komunitas filmnya dinilai memiliki semangat tinggi. Terutama dalam produksi film dokumenter.

Acara tersebut juga menghadirkan sineas ternama, Bayu Skak, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Menurut Doni, kehadiran sineas seperti Bayu Skak sangat penting sebagai inspirasi.

Bayu Skak dianggap konsisten mengangkat kearifan lokal dan budaya daerah, terbukti dari film-filmnya seperti Yowis Ben hingga Lara Ati yang menggunakan bahasa daerah namun sukses secara komersial.

"Filmnya Sekawan Limo itu lebih dari 1 juta penonton. Artinya tidak ada batas alasan bahasa sebenarnya di film. Orang bisa menikmati, bisa mengikuti juga," jelas Doni.

Ia menekankan bahwa kearifan lokal yang dikemas apik bisa diangkat secara komersil di layar bioskop.

Kemenekraf pun terus berupaya mendukung sineas muda agar film yang mereka buat bisa berputar dan menggerakkan ekonomi.

"Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana kemudian film ini bisa sampai ke pasar, sampai ke penonton. Dari sisi komersilnya seperti apa? Ini yang penting juga sehingga pembuatan film itu bisa berputar," tambahnya.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#Hamenang Wajar Ismoyo #klaten #bupati klaten #Pasar Film Indonesia