Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Satu Pendaki Merapi Berhasil Dievakuasi Selamat di Klaten, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian

Angga Purenda • Selasa, 23 Desember 2025 | 03:47 WIB
Proses evakuasi terhadap pendaki dari lereng Gunung Merapi menuju posko di Sapuangin, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. (Dokumentasi Polres Klaten)
Proses evakuasi terhadap pendaki dari lereng Gunung Merapi menuju posko di Sapuangin, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. (Dokumentasi Polres Klaten)

RADARSOLO.COM - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu dari dua pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (22/12/2025) setelah operasi pencarian intensif dilakukan melalui jalur pendakian di wilayah Klaten.

​Korban selamat diketahui berinisial P, 20, warga Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dia ditemukan oleh tim gabungan sekira Pukul 10.45 , setelah operasi SAR resmi dimulai sejak pukul 06.00.

​Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko menjelaskan bahwa pendaki P ditemukan dalam keadaan hidup.

Namun proses membawa korban turun menuju posko di bawah memakan waktu cukup lama karena kondisi geografis Merapi.

​"Alhamdulillah, salah satu pendaki atas nama P berhasil ditemukan dalam keadaan hidup dan selamat. Proses evakuasi cukup menantang mengingat medan yang curam dan cuaca yang berubah-ubah," ujar Sarwoko saat dikonfirmasi, Senin (22/12/2025) malam.

​Korban baru tiba di Posko SAR Sapuangin, Dusun Pajegan, Desa Tegalmulyo, sekitar pukul 16.22.

Setelah tiba, P langsung dilarikan ke Puskesmas Kemalang untuk mendapatkan perawatan medis serta pendampingan dari pihak keluarga.

​Meski satu korban telah ditemukan, tim gabungan masih memiliki tugas berat untuk mencari satu pendaki lainnya berinisial A,22, yang juga merupakan warga Kota Yogyakarta.

Hingga Senin (22/12/2025) petang, keberadaan korban masih misterius.

​"Untuk pendaki kedua atas nama A, sampai saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian secara intensif. Kami mohon doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan korban segera ditemukan dalam kondisi selamat," tambah Sarwoko.

​Seperti diketahui, peristiwa tersesatnya pendaki bermula ketika tiga orang nekat mendaki ke puncak Gunung Merapi meski sebenarnya masih dilarang.

Baca Juga: Polres Karanganyar Pelototi Kepadatan Jalur Wisata dan Rawan Macet di Momen Nataru

Mereka dilaporkan naik ke Gunung Merapi melalui jalur Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten pada Sabtu (20/12/2025).

​Dari tiga orang tersebut, hanya satu orang yang berhasil turun kembali yakni F.

Sementara dua rekannya, P dan A tersesat di tengah perjalanan menuruni lereng Merapi saat hendak meminta pertolongan karena temannya ada yang sakit.

Laporan kehilangan kemudian masuk pada Minggu (22/12/2025), yang langsung ditindaklanjuti dengan pembukaan posko evakuasi di Sapuangin.

​Sarwoko menjelaskan, operasi kemanusiaan kali ini melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur.

Mulai dari Polres Klaten, Polsek Kemalang, Basarnas Solo, SAR Kabupaten Klaten, BPBD Klaten, pengelola TNGM, Damkar, hingga relawan dan warga setempat.

​Seluruh personel terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir A terlihat.

Fokus pencarian tetap mengutamakan keselamatan tim mengingat jalur Merapi yang dikenal ekstrem. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#sar #klaten #Kalitalang #gunung merapi #pendaki ilegal #Kemalang