Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pasutri Korban Laka Maut Tol Krapyak asal Klaten akan Dimakamkan Satu Liang Lahat

Angga Purenda • Selasa, 23 Desember 2025 | 04:05 WIB
Suasana rumah duka di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Suasana rumah duka di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Pasangan suami istri, Yanto dan Lestiana, menjadi bagian dari 16 korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tragis bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari.

Kedua jenazah tiba di kediamannya di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten pada Senin (22/12/2025) sore sekira Pukul 17.05 dengan diantar menggunakan dua mobil ambulans dari RSUP Dr. Kariadi Semarang serta dikawal kepolisian. ​

Kepergian pasangan yang dikenal santun ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga.

​Kakak kandung Yanto, Narno, 49, menuturkan bahwa pihak keluarga baru menerima kabar pahit tersebut pada Senin (22/12/2025) pukul 07.00 WIB.

Petugas kepolisian bersama perangkat desa mendatangi kediaman mereka untuk mengonfirmasi identitas korban.

​"Saya menerima info Pukul 07.00 pagi. Ada polisi dan Pak Lurah datang, katanya adik saya kecelakaan di Semarang," ujar Narno dengan nada getir saat ditemui di rumah duka.

​Menurut Narno, adiknya merupakan perantau yang sudah puluhan tahun mengadu nasib di Lampung sebagai pedagang es.

Sebelum bertolak ke Klaten, pasangan ini sempat mampir ke Jakarta untuk menjenguk anak mereka.

Nahas, perjalanan pulang menuju kampung halaman tersebut justru menjadi perjalanan terakhir mereka.

​Sementara itu, pihak keluarga telah memutuskan untuk memakamkan pasangan suami istri ini dalam satu liang lahad.

Keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan, termasuk kondisi tanah di pemakaman desa setempat.

​"Rencananya satu liang, dimakamkan jejer (berdampingan). Pertimbangannya agar lebih cepat (prosesi pemakaman) karena kondisi tanah di sini memang agak susah," jelas Narno.

​Pasangan Yanto dan Lestiana meninggalkan dua orang anak perempuan dan tiga orang cucu.

Anak bungsu mereka diketahui masih menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.

​Rencananya, jenazah akan dikebumikan pada Selasa (23/12/2025) siang sekitar pukul 13.00 WIB setelah waktu Dhuhur.

​Seperti diketahui, kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV terjadi pada Senin (22/12/2025) sekira pukul 00.30 WIB.

Bus yang mengangkut 34 penumpang dari Jatiasih menuju Yogyakarta tersebut melaju kencang sebelum akhirnya hilang kendali di Simpang Susun Exit Tol Krapyak.

​Bus menabrak pembatas jalan hingga terguling, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #exit tol #trucuk #kecelakaan maut #semarang