Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Manfaatkan Libur Sekolah, Baznas Klaten Gelar Khitanan Massal untuk 190 Anak

Angga Purenda • Kamis, 25 Desember 2025 | 02:10 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Klaten saat meninjau kegiatan khitanan massal yang digelar Baznas di Masjid Raya Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati dan Wakil Bupati Klaten saat meninjau kegiatan khitanan massal yang digelar Baznas di Masjid Raya Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Klaten kembali menggelar aksi sosial khitanan massal.

Sebanyak 190 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten antusias mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Klaten, Kamis (24/12/2025).

​Ketua Baznas Klaten Muchlis Hudaf menyampaikan bahwa meskipun kuota yang disediakan mencapai 200 anak, total peserta yang terdaftar dan hadir adalah 190 anak.

Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan dengan sebelumnya sekira 250 peserta. Mengingat saat ini sudah banyak pihak lain yang menyelenggarakan kegiatan serupa secara mandiri.

Muchlis menegaskan bahwa program tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

”Kami fokuskan untuk membantu mereka yang kurang mampu. Tapi ada juga satu dua anak yang mampu ikut bergabung karena senang ramai-ramai bersama teman sebayanya,” ujar Muchlis.

​Terkait sumber dana, Muchlis menjelaskan bahwa kegiatan ini dibiayai sepenuhnya dari dana Infak Ramadan.

”Yang terkumpul sekitar Rp 450 juta. Karena statusnya infak, bukan zakat, penggunaannya lebih fleksibel. Untuk khitanan massal kali ini, total anggaran yang terserap mencapai Rp113 juta,” jelasnya.

Setiap anak yang mengikuti khitanan massal mendapatkan fasilitas lengkap. Meliputi ​prosesi medis khitan, ​baju koko, peci dan sarung. Ditambah uang saku Rp 75.000 per anak.

​Dalam pelaksanaannya, Baznas bekerja sama dengan tim medis dari tiga rumah sakit besar, yaitu RSUD Bagas Waras, RSU Islam dan RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Lebih dari sekadar tradisi, Muchlis menekankan pentingnya khitan dari sisi syariat Islam.

Ia mengingatkan para orang tua bahwa khitan adalah langkah awal agar ibadah salat anak menjadi sah.

”Sholat itu harus bersih dari hadas dan najis. Jika belum khitan, sisa air kencing sering tertinggal dan itu najis. Melalui khitan, kebersihan terjaga. Saya berpesan kepada orang tua agar setelah ini anak-anaknya semakin tertib menjalankan salat lima waktu,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Baznas dalam menyelenggarakan khitanan massal setahun dua kali.

”Momennya selalu tepat, yaitu saat libur sekolah. Alhamdulillah antusiasnya luar biasa, kami berterima kasih kepada Baznas dan seluruh rumah sakit yang terlibat. Program ini sangat membantu warga kita yang barangkali belum memiliki rezeki lebih untuk mengkhitankan anaknya secara mandiri,” ujar Hamenang.

​Bupati berharap program ini terus berlanjut di masa mendatang dengan jangkauan yang lebih luas. Harapannya semakin banyak anak-anak di Klaten yang mendapatkan fasilitas khitan gratis dan berkualitas.

Salah satu peserta khitanan massal asal Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Abrizam Zaki Falah, 9, mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan yang digelar Baznas.

”Lumayan sakit, tapi dari awal memang ingin di sunat. Apalagi dapat baju koko hingga uang saku,” ujar Abrizam. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#RSUD bagas waras #klaten #rsup soeradji tirtonegoro #Baznas Klaten #masjid raya klaten #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #khitan