Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Empat Hari Pencarian, Satu Pendaki Gunung Merapi Ditemukan Meninggal Dunia di Jurang Sedalam 50 Meter

Angga Purenda • Kamis, 25 Desember 2025 | 03:01 WIB
Puncak Gunung Merapi dilihat dari Kalitalang, Kecamatan Kemalang, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Puncak Gunung Merapi dilihat dari Kalitalang, Kecamatan Kemalang, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Operasi pencarian besar-besaran terhadap pendaki yang hilang di Gunung Merapi akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan salah satu korban bernama Aldo Oktawijaya, 22, warga Pacitan, Jawa Timur, dalam kondisi meninggal dunia di kawasan jalur Sapuangin, Desa Tegalmuyo, Kemalang, Klaten pada Rabu (24/12/2025) sore.

​Seperti diketahui, peristiwa tersesatnya pendaki itu bermula saat terdapat tiga orang dilaporkan nekat naik ke Gunung Merapi melalui jalur Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, pada Sabtu (20/12/2025).

Meski sebenarnya telah dilarang karena statusnya yang Level III atau Siaga.

Dari ketiganya, hanya satu orang yang berhasil turun, sementara pendaki lainnya bernama Panji Rizkyawan, 20, warga Kota Yogyakarta dan Aldo Oktawijaya dilaporkan hilang.

Posko evakuasi pun segera dibuka di Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Klaten untuk memulai operasi kemanusiaan.

Panji ditemukan pada Senin (22/12/2025) dalam keadaan selamat meski dalam kondisi lemas oleh tim gabungan.

Sedangkan Aldo baru ditemukan pada Rabu (24/12/2025) ​di dalam jurang dengan posisi terjepit batu dan sudah meninggal dunia.

​Hal itu dibenarkan oleh Komandan SAR Klaten Irwan Santoso. Ia menjelaskan bahwa penemuan korban terjadi setelah tim mengerahkan berbagai unit pencarian (Search and Rescue Unit).

Termasuk penggunaan teknologi drone untuk memantau titik-titik sulit.

​“Jadi setelah hari ini pencarian dengan melibatkan beberapa SRU kemudian termasuk juga ada SRU drone. Ada beberapa titik kecurigaan yang menjadi titik pengamatan kita. Kemudian hasilnya ditemukan oleh SRU 20,” jelas Irwan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (24/12/2025) malam.

​Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan bahwa posisi korban berada di medan yang sangat sulit dan tersembunyi.

Bahkan tidak terlihat pada penyisiranpada hari sebelumnya.

​Jasad korban ditemukan pada pukul 14.20 WIB di kedalaman sekitar 50 meter. Lokasi penemuan berada di sebelah timur jalur Sapuangin, yang menurut tim evakuasi sudah berada di luar jalur pendakian resmi.

​“Penemuan korban ini terjatuh di dalam jurang dan terjepit batu sehingga mungkin kalau disisir tidak kelihatan. Kemarin itu juga sudah menjadi titik sasaran dari teman-teman SRU yang hari kemarin namun tidak menemukan,” tambahnya.

​Irwan menjelaskan, jika pencairan melibatkan 200 personel gabungan dari berbagai instansi seperti Polres Klaten, Polsek Kemalang, Basarnas Solo, SAR Kabupaten Klaten, BPBD Klaten, pengelola TNGM, Damkar hingga relawan dan warga setempat.

​Irwan menjelaskan bahwa luasnya area pencarian membuat tim harus dibagi menjadi puluhan kelompok kecil.

​“Karena area pencarian kita cukup luas. Sampai dengan hari ini kita sudah menerjunkan 20 SRU. Ya kalau 200-an (orang) ada. Dari berbagai komunitas dibantu warga juga,” pungkasnya.

​Jenazah Aldo kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#sar #klaten #Kalitalang #gunung merapi #pendaki ilegal