Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tak Punya Uang untuk Masuk ke Candi Prambanan Klaten, 10 Pelajar Nekat Menerobos

Angga Purenda • Selasa, 30 Desember 2025 | 01:52 WIB
Sebanyak 10 pelajar yang diamankan diberi kesempatan berfoto di Candi Prambanan, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Sebanyak 10 pelajar yang diamankan diberi kesempatan berfoto di Candi Prambanan, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebanyak 10 pelajar diamankan oleh petugas keamanan Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan setelah kedapatan menerobos masuk ke kawasan cagar budaya tersebut dengan cara melompati pagar pembatas, Minggu (28/12/2025).

Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, aksi nekat tersebut terjadi di sisi selatan area Candi Prambanan sekira pukul 10.00.

Petugas keamanan yang berjaga di dekat kantor penerangan melihat sekelompok remaja memanjat pagar untuk menghindari loket tiket.

Mereka segera diamankan dan diserahkan ke Polsek Prambanan untuk ditindaklanjuti. Dari hasil pendataan, mereka berstatus pelajar dari Desa Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mereka terdiri dari siswa jenjang SMP dan SMA. Sengaja datang ke Klaten karena ingin melihat Candi Prambanan secara langsung dan berswafoto.

”Mereka mengaku masuk ke area candi karena ingin melihat langsung Candi Prambanan dan berfoto. Namun tidak memiliki uang untuk membeli tiket masuk,” ujar Kapolsek Prambanan AKP Nyoto, Senin (29/12/2025).

Nyoto bersama personel Bhabinkamtibmas dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3APPKB) Kabupaten Klaten memilih mengedepankan pendekatan persuasif.

Uniknya, sebelum diproses lebih lanjut, para pelajar tersebut justru diberi kesempatan untuk berfoto dengan latar belakang Candi Prambanan.

Tentunya di bawah pengawasan petugas sebagai bentuk edukasi dan pemenuhan keinginan mereka yang terpendam.

”Alhamdulillah sebagian orang tua mereka berhasil kami hubungi dan selanjutnya kami lakukan pembinaan bersama relawan Forkap serta Dinsos dan P3APPKB Kabupaten Klaten untuk proses pengembalian ke kampung halaman di Jawa Barat,” ujar Nyoto.

Setelah mendapatkan pembinaan, para pelajar tersebut menyatakan penyesalan mendalam dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum tersebut.

Baca Juga: Eks Kantor Pemda Sragen Memprihatinkan: Setahun Mangkrak, Rencana RTH Belum Terwujud

Pihak Dinsos dan P3APPKB Kabupaten Klaten pun turun tangan untuk memastikan keselamatan mereka selama perjalanan pulang. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#prambanan #klaten #polres klaten #candi prambanan #Dinsos dan P3APPKB Klaten